Hukum Di Indonesia Hukum Dari Kafir Penjajah
400 Tahun di Bawah `Syariat' Penjajah
Pengantar Redaksi
Sudah
berapa tahun bangsa Indonesia merdeka? Ada yang bilang 57 tahun,
mengacu pada Proklamasi 1945. Ada yang bilang 53 tahun, mengacu pada
penyerahan kedaulatan oleh Belanda sesudah Konferensi Meja Bundar 1949.
Ada yang bilang baru 4 tahun, mengacu pada terbebasnya rakyat dari
rejim-rejim diktator Soekarno dan Soeharto tahun 1998. Bila masih ada
sepotong iman tersisa di dada rakyat Indonesia, dengan segera mereka
bisa berkata, bangsa ini masih terjajah. Masih terjajah.
Dilihat-lihat,
ternyata bukan main banyaknya petunjuk yang membuktikan proses
penjajahan atas bangsa ini masih berlangsung. Dari segi aqidah, bangsa
ini masih dijajah perasaan tidak legowo untuk
beriman hanya kepada Allah. Dari segi hukum, bangsa ini secara resmi
menolak ajakan untuk mengatur kehidupannya dengan syariat Allah saja.
Dari segi ekonomi, bangsa ini sengaja menghambakan diri pada sistem yang
dirancang manusia, bernama kapitalisme.
Di
lain sisi, mereka yang menentang bangsa dan negeri ini diatur dengan
syariat Allah, selalu mempertanyakan, "Bagaimana dampak penerapan
syariat Islam bagi bangsa ini?" Bagaimana pertanyaan ini bisa dijawab,
kalau tak pernah dicoba? Bagaimana tahu dampaknya segelas oralit bagi
seseorang yang menderita diare, jika belum pernah diminumkan? Justeru
yang sudah bisa kita cermati sama-sama, "Bagaimana dampak penerapan
`syariat' penjajah sesudah 400 tahun berlaku atas bangsa dan negeri
ini?" (dihitung 400 tahun dari kehadiran VOC alias Vereenigde Oost-Indische Compagnie, konglomerasi dagang Belanda, 1602).
Aqidah
bangsa ini: Sinkretisme, campur aduk. Hukum bangsa ini: warisan
kolonial Belanda. Ekonomi bangsa ini: kapitalisme yang dicekokkan
bangsa-bangsa kafir. Lihatlah bagaimana bangsa ini hidup di bawah
penjajahan semua hal itu.
Hal Ihwal "hidup di bawah `syariat' penjajah" inilah yang hendak dikupas serombongan tulisan berikut ini. Kajian Utama memberi
ukuran (dari al-Qur'an dan sejarah peradaban Islam) serta bukti-bukti
(dari yang telah terjadi 400 tahun ini) bahwa bangsa ini masih dijajah.
Ihwal Spesial memaparkan data dan gambaran kerusakan bangsa ini setelah sekian lama hidup di bawah `syariat' penjajah. Lalu ada FAQs (Frequently Asked Questions),
pertanyaan dan keraguan yang paling sering ditanyakan orang tentang
syariat Islam. Syariat Islam sejauh ini merupakan alternatif paling shahih dan belum pernah dicoba bangsa ini, untuk keluar dari lingkaran setan kerusakannya.
Galeri dan Komentar
merekam kerinduan masyarakat awam akan sebuah tatanan kehidupan baru
yang menenteramkan hati sekaligus menyejahterakan kehidupan di dunia dan
di akhirat. Masih dilengkapi dengan tulisan-tulisan khas di suplemen Jendela Keluarga.
Selamat menikmati. Kalau tak puas beritahu kami, kalau puas beri tahu kawan dan tetangga.•
Tidak ada komentar:
Posting Komentar