Senin, 31 Agustus 2015

Bersama-sama memperjuangkan Islam mendapat kemuliaan dari Allah SWT

 
Kewajiban nashbul kholifah yang didukung oleh pendapat para ulama ahlu sunnah harus terus diperjuangkan dengan metode dakwah manhaj Rasulullah yang dicontoh oleh Hizbut Tahrir. Metode ini wajib diikuti sebagai bentuk ittiba’ kepada baginda Rasulullah Saw.

Berbagai permasalahan dirundung bangsa Indonesia. Umat sampai saat ini masih terjajah. Sebagai buktinya, penguasa republik memberi toleransi kepada PT Freeport untuk tidak membayar dividen. Sikap tersebut menunjukkan bahwa penguasa republik Indonesia berada pada posisi yang lemah. Mata uang lemah harus juga dibereskan. Seharusnya, bangsa yang merdeka tidak mungkin membiarkan kekayaan alamnya dikelola oleh negara lain.

Kondisi ini diakibatkan kaum muslimin terkena wabah penyakit Wahn, penyakit yang sangat berbahaya yang dapat membinasakan seseorang baik kehidupan dunianya lebih-lebih kehidupan akhirat, selain itu paham sekulerisme menjadi paham yang membuat kaum muslimin hidup layaknya amfibi yang hidup di dua dunia, di satu sisi kaum muslimin percaya dengan Al Qur’an dan As-Sunnah, di satu sisi hdup di dalam kubangan sekulerisme yang dipenuhi dengan keinginan dan nafsu dunia.

Maka, masyarakat secara luas semestinya berperan serta secara aktif berjuang untuk terapnya syariat Islam agar dapat dicapai kehidupan yang sejahtera dunia dan akhirat.

Indonesia Milik Allah Saatnya Khilafah Menggantikan Demokrasi. Kewajiban penegakan khilafah, sudah menjadi kesepakatan ulama, sehingga tidak ada perbedaan pendapat di dalamnya. Bahkan khilafah adalah kewajiban yang lebih utama dari kewajiban lainnya. Kewajiban tersebut dijelaskannya berdasarkan perintah syariah dan ijma para sahabat Nabi SAW.

Sahabat Nabi itu lebih mengutamakan mengangkat khalifah, dari pada sibuk menguburkan jenazah Nabi. Padahal menurut syar’i, menguburkan jenazah hukumnya lebih utama untuk dipercepat dan didahulukan.

Karena sekulerisme pulalah kaum muslimin memisahkan agama dari negara sehingga kaum muslimin hidup dalam sistem demokrasi, dan tidak lagi hidup di dalam naungan khilafah, padahal setiap kita-kita menyebut sebotol minuman tentu ada botol yang menyatukan, maka disebut dengan sebotol air minum. Maka mustahil jika ingin menyatukan kaum muslimin tanpa ada wadahnya, tentu tidak ada yang lain sebagai wadah persatuan bagi kaum muslimin adalah dengan Khilafah.

Hanya saja, dari dulu hingga sekarang, ada fenomena menakut-nakuti penegakan kewajiban Syariah khilafah. Yang salah satu contoh terbarunya, adalah gerakan Islamic State Iraq and Syria (ISIS). Meskipun mereka telah mengklaim mendirikan khilafah, namun pada faktanya, usaha mereka tersebut tidaklah memenuhi syarat syar’i, dan bahkan menimbulkan kesan buruk terhadap pemaknaan Khilafah itu sendiri.

Menyatukan langkah umat, menuju perjuangan penegakan khilafah, sebagai pengganti sistem demokrasi mesti terus dilakukan. Indonesia Milik Allah, Terapkan Hukum Allah, Saatnya Khilafah Menggantikan Demokrasi dan Sistem Ekonomi Liberal. Keberadaan dan kehadiran ulama dalam barisan perjuangan ini memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan arah perjuangan Islam untuk kembali terwujudnya Daulah Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah. Perjuangan demi terwujudnya syariat dan khilafah ini adalah benar-benar merupakan janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah yang atas izin Allah sebentar lagi akan segera tegak.

Problematika umat saat ini terus mendera kaum muslimin di seluruh dunia. Misal kasus Palestina salah satunya adalah kasus Palestina, kita memahami jumlah kaum muslimin saat ini kurang lebih 1,7 milyar, tetapi tidak mampu mengalahkan negara sistem kufur Israel yang jumlah penduduknya yang hanya tujuh juta jiwa, jika pakai logika sederhana saja, orang yang tidak sekolah saja tahulah, kira-kira perang melawan tujuh juta melawan 1, 7 milyar kalau tidak pakai senjata kita akan menang. Kita injak-injak saja mereka akan mati. Ditembak pun yang mati paling sekitar tujuh juta dari 1,7 milyar. Tetapi kenapa ini tidak bisa. Yang menjadi persoalannya adalah tidak ada yang akan menjadi komando untuk menginjak-injak, di sinilah peran penting Khilafah. Urusan menginjak-injak saja jikalau tidak ada yang mengkomandoi, tujuh juta datang mati, begitu seterusnya, maka habislah 1,7 milyar.

Mengokohkan ukhuwah dalam perjuangan bersama umat untuk tegaknya Syariah dan Khilafah akan terus diupayakan. Karunia yang harus kita syukuri ketika kita diberikan kelebihan oleh Allah berupa ilmu, pengaruh atau kekuasaan, semua ini harus kita gunakan untuk perjuangan Islam, agar perjuangan ini menjadi mudah dan cepat maka perlu disuarakan melalu tokoh-tokoh umat, oleh karena itu Hizbut Tahrir ingin mengajak umat Islam terutama para ulama dan tokoh, untuk bersama-sama mendapat kemuliaan dari Allah SWT dengan memperjuangkan Islam.
Semangat bersama, semangat ukhuwah, untuk bersama-sama menegakkan khilafah akan terus dipupuk. Penjelasan kepada simpul-simpul kekuatan umat tentang pentingnya kaum muslimin untuk kembali melanjutkan kehidupan Islam, yaitu dengan diterapkannya kembali syariah Islam dalam bingkai Kekhalifahan terus diupayakan.

Selamatkan Anak-Anak dan Wanita Gaza dengan Khilafah Islamiyah. Allah SWT telah memberi predikat kita kaum muslimin sebagai ummat terbaik. Kaum muslimin ibarat tubuh yang satu. Penyerangan Israel kepada Muslim Palestina yang terus menerus dan telah terjadi selama berpuluh tahun tersebut, akar masalahnya adalah keinginan Yahudi Israel untuk merampas tanah Palestina. Keinginan jahat ini didukung oleh AS, karena AS juga berkepentingan menghalangi tegaknya Khilafah Islam. Upaya keji ini menurut mereka akan mudah jika Yahudi ada di Palestina. Solusi atas permasalahan Palestina adalah jihad dan Syariah khilafah.

Sejarah juga menunjukkan, kecaman dan kutukan yang keras, langkah diplomasi, resolusi PBB, tidak pernah membuahkan hasil bisa menyelesaikan permasalahan di Palestina. Sehingga tugas kita segenap kaum muslimin adalah menyeru penguasa agar memobilisasi pasukan untuk membantu Palestina, serta berjuang agar khilafah segera tegak, atas izin Allah. Dengan khilafah-lah syariah-Nya bisa diterapkan secara sempurna, dan kaum muslimin bisa bersatu serta memperoleh kemuliaan.

Semoga Allah SWT menyelamatkan saudara kita di Palestina dan juga belahan bumi yang lainnya, dan semoga Allah SWT segera memberikan pertolonganNya dengan tegaknya khilafah seperti manhaj kenabian untuk yang kedua.

Ketaatan Kepada Allah SWT Di Segala Bidang Sebagai Kewajiban Muslim

 
Ketaatan kepada Allah SWT sebagai kewajiban bagi setiap diri yang mengaku muslim. Allah SWT telah memberi predikat kita kaum muslimin sebagai ummat terbaik. Kaum muslimin ibarat tubuh yang satu. Apabila salah satu tubuh merasakan sakit maka tubuh yang lainnya pun ikut merasakan sakit yang sama. Ukhuwah Islamiyah di tengah-tengah umat Islam sangat penting untuk bersama-sama mewujudkan tegaknya Syari’ah dan Khilafah, karena Islam adalah agama yang membuat umat bersatu, dan bersaudara. 
 
Pasar Bebas Menghancurkan Keluarga dan Generasi, Selamatkan dengan Khilafah. Potret buram keluarga dan generasi, buah liberalisasi. Hal ini merupakan analisa dari dampak sosial yang akan terjadi jika MEA diberlakukan. MEA adalah realisasi/perwujudan dari pasar bebas di kawasan ASEAN dan kebijakan ini akan membawa pengaruh yang sangat besar yaitu rapuhnya keluarga yang merupakan benteng pertahanan terakhir kaum muslim, lanjutnya. Kondisi keluarga-keluarga muslim saat ini telah terjebak dalam sistem kapitalis yang mencampakkan aturan-aturan Allah SWT. Oleh karena itu harus ada upaya untuk mengubah kondisi yang ada.

Kaum muslimin menghadapi masalah yang besar yakni ketiadaan Khilafah. Situasi yang terjadi di sebagian besar negeri kaum muslim saat ini di segala bidang tengah berada di bawah cengkeraman Amerika, para penguasanya menjadi kaki tangan mereka hingga semua kebijakan yang lahir mengikuti perintah tuannya. Bukan lagi mengurusi rakyat tetapi mengurusi kebutuhan tuannya. Kemungkaran terjadi di segala bidang di mana-mana dan menjadikan kaum muslimin jauh dari sifatnya sebagai umat yang mulia, umat yang terbaik. Kemungkaran di segala bidang ini adalah masalah besar yang solusinya cuma satu yaitu Syariah khilafah, tidak ada pilihan lain. Kita adalah agent of Allah, agent of khilafah melakukan aktivitas dakwah sesuai thariqah Rasulullah Saw.

Upaya-upaya yang harus dilakukan dalam rangka membentengi keluarga muslim, antara lain dengan meningkatkan ketakwaan dan ketundukan terhadap seluruh aturan-aturan Allah SWT, sehingga mampu mencegah dan menghilangkan pengaruh pemikiran dan merubah sistem hidup yang tidak sesuai dengan aturan Allah SWT, termasuk MEA yang akan segera diberlakukan.
  1. Menjelaskan kepada masyarakat termasuk pelajar akan bahaya pasar bebas
  2. Menyadarkan umat bahwa orang-orang kafir senantiasa berusaha menjauhkan umat Islam dari agamanya
  3. Mengokohkan benteng keluarga dengan iman dan taqwa dan membekali mereka dengan pendidikan agama seperti halaqoh mingguan
  4. Memperjuangkan tegaknya sistem Islam dalam bingkai Khilafah Rasyidah
Tanggung Jawab Tokoh Terhadap Allah dan Umat untuk Indonesia Lebih Baik karena dorongan keimanan, bukan karena dorongan yang lain. Umat tidak boleh berleha-leha, diam, tidur, kita semua harus segera bangkit kalau tidak ingin Indonesia akan semakin rusak moral, ekonomi dan politik, HT Perlu diapresiasi dan semoga Allah bersama umat dan menjadikan negeri ini baldatun thayibah wa rabbun ghofur di segala bidang.

Allah telah memerintahkan kewajiban kepada kita semua untuk memperjuangkan Syariah khilafah dan wajib diterapkan di tengah-tengah kaum muslimin, dan perjuangan menerapkan khilafah adalah sebagai perwujudan konsekuensi keimanan kita akan adanya Allah. Dan yang harus kita lakukan dalam mewujudkan tegaknya khilafah ini adalah dengan mengikuti metode dakwah Rasulullah bukan menggunakan kekerasan maupun kompromi dengan sistem kufur demokrasi.

Indonesia Milik Allah, Jalin Ukhuwah, Raih Kemenangan dan Keberkahan, Tegakkan Syariah Khilafah. Kondisi kaum muslimin kini tersekat-sekat oleh batas Negara Bangsa memunculkan ketidakpedulian terhadap kondisi saudaranya. Seperti yang saat ini tengah terjadi di Palestina, bantuan materi yang diberikan tak mampu juga menyelesaikan persoalan mereka. Belum lagi perbedaan madzhab yang ada menjadikan kita makin terpecah satu sama lain menganggap yang paling benar. Semua ini terjadi karena tiadanya junnah atau perisai bagi kaum muslimin. Khilafah yang sejatinya akan menjadi pemersatu, pengurus umat belum lagi terwujud. Karena belum bersatunya upaya kaum muslimin dalam memperjuangkannya.

Semangat perlu digugah untuk terus berjuang dan mempererat ukhuwah Islamiyah menuju tegaknya khilafah dan berupaya tiada henti untuk memperjuangkannya. Bisyarah Rasulullah akan tegaknya khilafah sebagai penguat pasti akan terwujud. Jadilah kita sebagai bagian dari para penyeru itu.

Memberikan pemahaman Islam di tengah-tengah umat sangat diperlukan dengan cara pembinaan dan pengkaderan bukan dengan mengangkat senjata. Pembinan ini tentunya dilakukan dengan intensif terus menerus sehingga pemahaman Islam umat akan bertambah. Selain pembinaan dan pengkaderan thoriqoh lainnya adalah berinteraksi dengan masyarakat, serta tholabunnusroh yakni dengan meminta dukungan para pemilik kekuatan.

Peran Ulama Sangat Vital Dalam Membangun Peradaban Islam


 
Lihatlah Mensos datang ke Tolikara bukannya menengok kaum Muslimin yang diteror malah menengok dan membantu GIDI yang ditembak polisi! Lho padahal mereka ditembak karena kesalahan mereka sendiri yang tak mau menghentikan tindakan brutalnya. Ini sikap yang tidak adil dalam memperlakukan umat Islam, salah satunya dalam kasus tindak teror yang dilakukan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) terhadap kaum Muslimin yang tengah menjalankan shalat Idul Fitri kemarin. Bukan hanya di Indonesia, di Palestina, Rohingya (Myanmar), Xinjiang (Cina), Pattani (Thailan), Moro (Filipina), Pakistan, Afghanistan, Irak, Suriah dan di belahan dunia lainnya, umat Islam diperlakukan semena-mena, diperkosa, dan juga dibunuhi.

Mengapa mereka berani mendzalimi umat Islam? Karena mereka tahu umat Islam tidak ada yang melindungi, mereka tahu umat Islam tidak ada yang membela! Karena tidak ada khilafah. Sesungguhnya Imam/Khalifah itu laksana perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung  kepadanya. (HR Muslim).

Presiden juga malah mengundang GIDI ke Istana, tetapi mereka yang menjadi korban GIDI kok tidak diundang juga? Mengapa? Karena pemerintah tahu siapa yang melindungi GIDI, karena pemerintah tahu siapa yang membela GIDI… Amerika!

Itulah salah satu relevansinya kaum Muslimin melaksanakan kewajiban menegakkan kembali khilafah. Dan ulama merupakan garda terdepan dalam perjuangan tersebut!

Bersama Umat Tegakkan Khilafah

Ulama adalah mereka yang komitmen terikat dengan hukum Syara’. Esensi kemenangan sejatinya kita harus mentaati setiap perintah Allah menjauhi larangannya. Kita harus ridho diatur oleh Allah Swt. Mengikatkan diri terhadap hukum Syara’ adalah wajib. Sehingga segala apa yang diucapkan serta dilakukan adalah dalam koridor hukum Syara’. Ulama yang takut hanya kepada Allah. Bukan hanya banyak ilmu, tapi juga takut. Khosyatillah.

Namun saat ini, ketaatan seorang muslim begitu berat tantangannya dengan bercokolnya paham neoliberalisme dan neoimperialisme di negeri ini. Kedua paham tersebut membuat Syari’at Allah SWT tidak dapat diterapkan secara kaaffah dalam kehidupan.

Ulama dipertanyakan keulamaannya bila tidak mengetahui menegakkan khilafah adalah kewajiban apalagi tidak mau berjuang menegakkannya.
Ulama adalah mereka yang selalu ikhlas mengatakan kebenaran. Ulama yang mencintai umatnya, bukan malah membingungkan umatnya. Ada guyonan, ulama ini terbagi dua. Ulama dihormati dan ulama dihargai. Ulama yang ingin dihargai mereka biasanya yang mencari-cari dalil atas fakta. Sehingga mereka bertanya, mau halal atau haram, dalilnya sudah ada.

Mendukung Syari’ah dan khilafah adalah untuk mewujudkan Indonesia lebih baik. Karena banyak pihak yang belum paham ide Syariah dan Khilafah maka dibutuhkan kerja keras dan banyak orang untuk berdakwah menyuarakan ide penerapan syariah dan khilafah dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah.

Meningkatkan keimanan dapat dilakukan dengan senantiasa menyadari bahwa Allah SWT tidak pernah henti “mencatat” segala perbuatan manusia setiap saat. Itu secara personal. Keimanan pun perlu diwujudkan secara sistemik dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan menerapkan aturan Allah SWT. Untuk mencapai kebangkitan, pembinaan umat harus dilaksanakan secara rutin dan intensif ditambah dengan kajian umum yang memperkuat pemahaman.

Ulama memiliki peran yang sangat vital untuk membangun peradaban Islam. Ulama hanya takut pada Allah Swt. saja. Ulama tidak akan pernah bergeming kepada celaan orang-orang yang suka mencela. Ulama adalah mereka yang selalu mengatakan yang halal itu halal dan yang haram itu haram. Tidak pernah mengatakan yang halal menjadi haram atau yang haram menjadi halal.

Ahlunnushroh adalah mereka yang memiliki kekuatan. Mereka yang nantinya melindungi perjuangan dakwah hingga khilafah tegak, dan setelahnya. Mereka bisa tergolong ke dalam para tentara atau kepala suku atau kabilah. Seperti halnya Rasulullah ketika mendirikan daulah di Madinah, nusroh-nya adalah pemimpin suku Aus dan Khazraj. Dan khilafah akan tegak tidak terlepas dari peran ahlunnusroh ini.

Ulama harus serius dan fokus pada satu hal tersebut. Di pundak ulama tersimpan amanah tersebut, amanah yang besar. Mari bersama, di tengah neoliberalisme dan neoimperalisme yang deras menimpa umat, ulama di garda terdepan. Ulama-lah yang bisa membereskan urusan-urusan umat. Hizbut Tahrir akan selalu bersama ulama dan umat untuk menegakkan Khilafah Islam.

Mudah-mudahan kinerja HTI signifikan terhadap pembinaan umat serta bisa bersinergi dengan banyak pihak ke depan sehingga dapat mewujudkan negeri yang sejahtera dan diridhoi Allah SWT. 

Related Posts with Thumbnails