film video Islami

3 keping DVD berisi file-file film-film / video-video Islami:

1. Film Perjuangan Dakwah Rasul SAW. (Disertai penjelasan Perjuangan Rasul Saw. dan Metodenya Dalam Menegakkan Islam) (durasi 63 menit)

2. Film Fakta Sebenarnya Tragedi WTC (9/11) (58 menit)

3. Film Rintihan Umat Islam – Nestapa Umat Islam Zaman Ini dan Perjuangan Umat (43 menit)

4. Film Perjuangan Menyelamatkan Umat – Menyelamatkan Umat Zaman Ini (79 menit)

5. Film Kejayaan Peradaban Islam Era Khilafah 632-1453M (60 menit)

6. Film Kejayaan Peradaban Islam Era Khilafah – Menguasai Tiga Benua 1453-1924M (64 menit)

7. Video Mencari Dalang Teror (100 menit)

8. Film Noda Berdarah Komunisme (54 menit)

9. Film Di Balik Asap Perang Dunia (50 menit)

10. Film Sejarah Adanya Ideologi Liberal (62 menit)

11. Film Sejarah Islam Di Nusantara 1 644-1652M (57 menit)

12. Film Sejarah Islam Di Nusantara 2 1652-2006M (58 menit)

13. Video Membongkar Ekonomi Kapitalisme (167 menit)

14. Video Indahnya Keluarga Bersyariah (50 menit)

15. Film Mencerdaskan Akal Sesuai al-Quran (52 menit)

16. SMPlayer Portable – Video Files Player (15MB)

17. BONUS : Film Seri UMAR bin Khattab (Omar Ibn Khattab) lengkap 30 episode – subtitle / teks bahasa indonesia – keping DVD file format MP4 (22 jam 43 menit)

18. BONUS : Video Penaklukan Konstantinopel (17 menit)

19. BONUS : Film Dokumenter Suriah (43 menit)

20. BONUS : Film Mengenal Allah Melalui Ciptaan-Nya (36 menit)

Total 19 film / video Files 10.1GB

(untuk ditonton memakai komputer)

Tak perlu repot download

Harga : Rp75.000 (bebas ongkos kirim)

Pengiriman ke seluruh Indonesia (Pos indonesia)

Kirim SMS ke: 0852.1451.0995

Kamis, 30 Oktober 2014

Download Buku-Buku Islam Iman Taqwa (4shared)

Bahaya Mitos Kecantikan Barat

Bahaya Mitos Kecantikan Barat



BAB III
BAHAYA DI BALIK MITOS KECANTIKAN

Konsep yang “memaksa” seluruh wanita dalam sebuah masyarakat untuk memenuhi ukuran-ukuran penampilan tertentu tidak hanya irasional, tetapi juga berbahaya. Itu adalah konsep yang tidak bertanggung jawab, karena dapat membuat orang melakukan cara-cara yang ekstrem, semata-mata untuk dapat memenuhi harapan-harapan yang tidak wajar itu agar dapat disebut sebagai “wanita cantik”. Ujung-ujungnya, hal ini dapat mengakibatkan sejumlah masalah dan kekacauan.

Sebagai contoh, keinginan yang sangat kuat untuk mendapatkan berat badan yang “ideal” atau upaya mengurangi lemak tubuh sampai tingkat tertentu telah mengakibatkan timbulnya berbagai masalah kesehatan dan gangguan pola makan. Dilaporkan bahwa para model dan aktris rata-rata mempunyai lemak tubuh 10% dari berat badan keseluruhan; sedangkan rata-rata perempuan yang sehat memiliki lemak tubuh antara 22% – 26%. Obsesi untuk mendapatkan bentuk dan berat badan “ideal” itu seringkali mengakibatkan gangguan pola makan. Gangguan pola makan itu bisa mengakibatkan Anorexia Nervosa, suatu penyakit yang sangat serius, yang dapat menimbulkan gejala-gejala hipotermia, tekanan darah rendah, detak jantung yang tidak teratur, kemandulan, hingga dapat menghantarkan pada kematian. Anorexia digambarkan sebagai “rasa takut yang sangat berlebihan terhadap kenaikan berat badan atau kegemukan, sekalipun sesungguhnya berat badannya masih kurang.” Penyakit ini membuat penderitanya melakukan olahraga secara berlebihan, mengkonsumsi obat pencahar (cuci perut) agar tidak terjadi penyerapan zat makanan oleh tubuh, serta menahan diri untuk tidak makan. Lembaga Nasional Kesehatan Jiwa di AS menyatakan bahwa setiap hari, orang Amerika menghabiskan rata-rata dana sebesar 109 juta dollar untuk membeli makanan diet atau produk-produk diet. Lembaga tersebut juga mengungkapkan bahwa 1 dari 20 orang perempuan di AS mengalami anorexia, bulimia atau gangguan pola makan; 1 dari 3 pelaku diet membiasakan diri dengan sikap dan perilaku diet yang sangat ketat, dan 1 dari 4 pelaku diet ketat ini mengalami gangguan pola makan. Berdasarkan data Asosiasi Anorexia dan Bulimia Amerika, terdapat 1000 orang perempuan meninggal akibat anorexia setiap tahunnya di AS.

Pada tahun 2000, Asosiasi Kedokteran Inggris mengeluarkan suatu laporan yang membahas penyebab naiknya tingkat penderita anorexia di Inggris maupun di tempat-tempat lain di dunia. Dalam laporan itu mereka menyatakan, “Obsesi industri media terhadap model-model fesyen yang berbadan ramping turut memberikan andil pada meningkatnya jumlah kasus gangguan pola makan pada anak-anak gadis … Tingkat kekurusan yang dipertontonkan oleh para model yang dipilih untuk mempromosikan produk-produk itu tidak mampu diraih oleh para gadis dan secara biologis tidak wajar.”

Oleh karena itu tidak mengherankan jika AS, yang para model dan aktrisnya seringkali menjadi idola banyak perempuan di seluruh dunia dan selalu ditiru penampilannya, dinyatakan sebagai negara yang memiliki tingkat kasus anorexia tertinggi di dunia.

Bahaya yang timbul akibat mitos kecantikan ini tidak dapat dianggap kecil, karena citra perempuan yang ditampilkan oleh media dan industri periklanan itu memang semakin membelenggu generasi muda, sehingga timbul mentalitas kekanak-kanakan di kalangan itu tentang bagaimana seharusnya penampilan seorang perempuan yang “sukses” itu. Survei yang diadakan pada tahun 1997 oleh Unit Pendidikan Sekolah Kesehatan Inggris menemukan bahwa 1 dari 5 murid perempuan yang berusia antara 14 dan 15 tahun telah membiasakan diri untuk tidak sarapan; 1 dari 7 murid membiasakan diri tidak makan siang; dan 6 dari 10 murid merasa perlu mengurangi berat badannya. Dalam website Anne Collins Diet dinyatakan, dari berbagai penelitian ditemukan fakta bahwa 80% anak-anak yang berusia 10 tahun merasa khawatir andaikata mereka menjadi gemuk; 70% anak-anak gadis yang duduk di kelas 6 SD mengatakan bahwa mereka merasa gelisah dengan kondisi berat badannya, bentuk tubuhnya, dan mulai melakukan diet pada saat berusia 9 – 11 tahun. Sementara itu 50% anak-anak berusia 8 – 10 tahun merasa tidak bahagia dengan ukuran tubuhnya. Sikap seperti itu dapat dengan mudah membuat mereka membiasakan diri dengan pola makan yang kacau. Menurut data Asosiasai Anorexia/Bulimia AS, 1 dari 100 perempuan berusia 12 – 18 tahun di AS menderita Anorexia Nervosa. Dr. Dee Dawson dari Rhodes Farm Clinic yang merawat penderita gangguan pola makan pernah menyatakan, bahwa anak-anak berusia 6 atau 7 tahun yang berobat di kliniknya merasa khawatir menjadi gemuk.

Naomi Wolf, dalam bukunya The Beauty Myth, memberikan sebuah analogi yang tepat untuk menggambarkan kenyataan mitos kecantikan ini. Katanya, mitos kecantikan itu seperti Iron Maiden, yaitu alat penyiksaan yang terdapat di Jerman pada abad pertengahan. Alat tersebut berupa peti seukuran tubuh manusia yang bergambar anggota tubuh dan wajah seorang perempuan cantik yang tengah tersenyum. Korban penyiksaan pelan-pelan di masukkan ke dalam peti itu, kemudian peti tersebut ditutup agar ia tidak dapat bergerak. Demikian seterusnya sampai dia tewas karena kelaparan, atau terkena paku logam yang ditanam di dalam peti tersebut.

Berat dan bentuk tubuh “ideal” itu telah menjadi obsesi banyak orang, sampai-sampai muncul beberapa website yang mendorong para perempuan untuk mengurangi sebanyak mungkin berat badan mereka, meskipun harus menggunakan obat pencahar. Salah satu website itu bernama “Rexia World” yang mempunyai slogan “Thinner, Bonier, and Closer to Perfection” (Semakin kurus, semakin kelihatan tulangnya, dan semakin dekat dengan kesempurnaan). Website tersebut mendeklarasikan “Thin Commandment’ yang menyatakan “Kalau kalian tidak kurus, maka kalian tidak menarik. Menjadi kurus lebih penting daripada menjadi sehat. Kalian harus membeli busana, memotong rambut, meminum obat pencahar, menahan lapar … dan melakukan segala hal yang dapat membuat kalian tampak lebih kurus. Kalian tidak boleh makan tanpa merasa bersalah. Kalian tidak boleh makan makanan berlemak tanpa menyalahkan salah satu pihak setelah itu. Kalian harus menghitung kalori serta membatasi asupan makanan ke dalam tubuh. Angka yang ditunjukkan oleh timbangan merupakan perkara yang paling penting. Penurunan berat badan adalah hal yang baik, sedangkan kenaikan berat badan merupakan bencana. Kalian tidak akan pernah menjadi terlalu kurus. Menjadi kurus dan tidak makan adalah tanda-tanda datangnya kekuatan dan kesuksesan yang hakiki.”
Bukankah pernyataan ini mengungkapkan sendiri betapa bahayanya menjadikan citra perempuan Barat sebagai citra perempuan ideal bagi kaum perempuan?

Download Buku MITOS KECANTIKAN BARAT

Selasa, 28 Oktober 2014

Download Buku MITOS KECANTIKAN BARAT


http://neopluck.blogspot.com/2014/10/unduh-buku-buku-islam-iman-taqwa-3.html?m=1

KECANTIKAN; ANTARA MITOS DAN REALITA

Syabât Hizbut Tahrir Inggris

Judul Asli         : The Western Beauty Myth
Penulis            : Syabât Hizbut Tahrir Inggris
Penerbit                  : Khilafah Publications Suite 298, 56 Gloucester Road, London SW7 4UB
Tanggal Terbit : 21 Zhulhijjah 1423 H / 22 Februari 2003 M
Penerjemah    : Abu Faiz
Editor             : Saifullah

DAFTAR ISI

·         KATA PENGANTAR
·         MEMPERCANTIK DIRI: ANTARA PILIHAN ATAU KEWAJIBAN?
·         HARAPAN-HARAPAN YANG TIDAK WAJAR
·         BAHAYA DI BALIK MITOS KECANTIKAN       
·         MEMPERCANTIK DIRI: MENINGKATKAN MARTABAT PEREMPUAN DI MASYARAKAT?
·         MUNCULNYA MITOS KECANTIKAN
·         PENGARUH MITOS KECANTIKAN TERHADAP MUSLIMAH
·         ISLAM DAN KONSEP KECANTIKAN
·         BAGAIMANA MUSLIMAH MENILAI DIRINYA?
·         BAGAIMANA SEHARUSNYA SEORANG MUSLIM MENILAI SEORANG MUSLIMAH?
·         KAUM MUSLIMAH ADALAH PEREMPUAN YANG BERPIKIR

KATA PENGANTAR

Pada bulan Desember 2002 lalu, kota London menjadi tuan rumah acara tahunan kontes kecantikan Miss World yang ke-52. Menurut jadwal, acara tersebut semestinya diselenggarakan di Nigeria, namun akhirnya terpaksa dipindahkan karena munculnya reaksi negatif dari kaum Muslim Nigeria yang berunjuk rasa memenuhi jalan-jalan, menentang acara yang mempertontonkan sekelompok wanita berbusana minim hingga sebagian besar auratnya terbuka di depan publik. Namun, ironisnya, kontes tahun ini dimenangkan oleh satu-satunya peserta Muslimah dalam kontes ini, yaitu ‘Miss Turki’. Setelah dinyatakan sebagai pemenang kontes, Azra Akin –Miss Turki itu– membuat pernyataan sebagai berikut, “Saya berharap akan dapat menjadi gambaran tentang perempuan yang baik. Saya merasa sangat terhormat menjadi Miss World. Saya pikir, mendapatkan kedudukan sebagai Miss World merupakan sesuatu yang amat baik, dan saya berharap akan dapat membuat suatu perbedaan”.
Meskipun Azra berpandangan demikian, namun banyak perempuan di seluruh dunia –baik Muslim maupun non-Muslim– yang tidak menganggap kontes-kontes semacam itu akan mendatangkan kehormatan bagi kaum perempuan. Bahkan sebaliknya, kontes seperti itu justru akan menurunkan status perempuan dan hanya membuat perempuan menjadi objek pemuas syahwat kaum laki-laki.

Namun demikian, apabila kita telaah lebih jauh konsep mengenai citra perempuan yang sempurna atau kepribadian yang ingin diraih oleh setiap perempuan, termasuk di dalamnya gambaran mengenai ukuran kecantikan menurut Azra dan para kontestan lainnya, maka kita akan mendapati betapa masih banyak perempuan di dunia ini –baik Muslim maupun non-Muslim– yang berpandangan seperti Azra.

Kenyataan menunjukkan bahwa pandangan yang dominan di tengah-tengah masyarakat dunia saat ini tentang apa yang dimaksud dengan “Wanita Cantik” adalah pandangan yang bersumber dari masyarakat kapitalis Barat. Yang dimaksud dengan “Wanita Cantik” –menurut mereka- adalah perempuan yang tinggi, ramping, dan berkulit putih. Selain itu, pandangan umum masyarakat dunia tentang kepribadian perempuan yang sempurna lebih banyak diukur dari sisi penampilan dan cara berbusana ala perempuan Barat.

Penting untuk dipahami bahwa citra yang ingin diraih seorang perempuan sebenarnya memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang perempuan tersebut, tidak sekedar menunjukkan bagaimana perempuan ingin menampilkan dirinya kepada dunia secara fisik. Citra yang ingin diraih seorang perempuan itu akan dapat memberikan gambaran mengenai pandangannya tentang kehidupan, serta bagaimana ia ingin menjalani kehidupan ini. Naomi Wolf dalam bukunya “The Beauty Myth” menulis, “Sifat-sifat yang dianggap sebagai ukuran kecantikan pada suatu zaman tertentu sesungguhnya hanya merupakan simbol-simbol perilaku perempuan yang diinginkan pada masa itu. Mitos kecantikan (yang dijadikan patokan oleh masyarakat) sebenarnya menentukan perilaku (yang diinginkan masyarakat dari seorang perempuan), bukan sekedar penampilannya.”

Lantas, seperti apa sebenarnya jati diri yang menjadi landasan citra perempuan sekuler Barat? Jati diri perempuan sekuler Barat itu dibangun atas dasar pemikiran bahwa kaum perempuan harus bebas menentukan segala aspek kehidupan dirinya menurut jalan pikirannya dan keinginannya sendiri. Mulai dari penampilannya, etika berbusananya, bentuk pergaulannya dengan laki-laki, serta peran yang dilakukannya di dalam keluarga dan masyarakat. Singkat kata, jati diri itu dibangun di atas pemikiran bahwa tidak boleh ada satu pihak pun yang menentukan citra atau gaya hidupnya, atau memberikan batasan-batasan kepadanya. Tidak juga Allah Swt., Zat yang menciptakannya.

Inilah jati diri yang ditunjukkan masyarakat sekuler Barat kepada dunia, manakala mereka menyebarluaskan citra perempuan Barat ke seluruh muka bumi. Inilah jati diri yang mereka harapkan bakal dianut oleh setiap perempuan di dunia, termasuk kaum perempuan di Dunia Islam. Media Barat memainkan peranan yang sangat penting dalam upaya meraih tujuan ini. Mulai dari industri musik dan film yang mengekspor produk mereka ke negeri-negeri kaum Muslim untuk mengagung-agungkan citra perempuan Barat, hingga iklan-iklan pakaian, kosmetik, dan asesoris kecantikan di berbagai majalah dan papan-papan iklan yang bertebaran di jalanan Turki, dunia Arab, dan negeri-negeri Islam lainnya. Penayangan kontes kecantikan Miss World merupakan contoh nyata upaya mereka dalam meraih tujuan ini. Pada bulan Desember 2002 itu, lebih dari dua milyar penduduk bumi menonton acara kontes kecantikan tersebut.

Sementara itu, citra perempuan yang dibangun di atas landasan jati diri lainnya, seperti Islam atau kaum Muslimah, yang menentukan bentuk penampilan dan gaya hidup mereka berdasarkan ketentuan Sang Khaliq –bukan jalan pikirannya sendiri– dianggap sebagai sesuatu yang buruk, terbelakang, dan menindas. Pandangan ini terungkap melalui pernyataan beberapa tokoh Barat. Pada tahun 2001, Cherie Blair pernah menyampaikan pandangan ini secara terbuka di sebuah konferensi pers tentang etika pakaian Muslimah. Saat itu ia berkata, “Saya kira tidak ada hal lain yang dapat menggambarkan penindasan terhadap kaum perempuan dengan lebih baik daripada burka (pakaian Muslimah di Afghanistan-pen).” Sementara itu, politisi Prancis Jean-Marie Le-Pen ketika mengutarakan pendapatnya tentang hijab, ia berpendapat sinis, “Bahwa hal itu (hijab) menghindarkan kita dari melihat wanita yang berparas buruk.”

Perempuan-perempuan Barat terpukau dengan konsep-konsep mengenai kecantikan, citra, dan penampilan. Tidak jarang mereka keliru mengaitkan kecantikan dengan kesuksesan, kepercayaan diri, serta penghargaan dan penghormatan dari masyarakat.
Atas dasar pemikiran-pemikiran di atas, kita akan mencoba menguji, apakah citra dan jati diri perempuan-perempuan Barat itu memang benar-benar citra dan jati diri yang semestinya dijadikan patokan oleh kaum perempuan, Muslim maupun non-Muslim? Kita juga harus memahami, apakah seorang perempuan memang benar-benar bebas untuk berpenampilan dan berbusana sesuai dengan pilihannya; atau apakah ia perlu menyesuaikannya dengan harapan-harapan tertentu dari masyarakat? Apakah upaya mempercantik diri itu akan membuat seorang perempuan memiliki kepercayaan diri serta mendapatkan penghargaan dan penghormatan dari masyarakat? Apakah hal ini merupakan mitos ataukah bukan?

Download Buku MITOS KECANTIKAN BARAT

Related Posts with Thumbnails