Download BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Maret 2016

Hukum Islam diemban oleh negara Khilafah


 
Kurang dari seratus tahun setelah meninggalnya Rasulullah Saw. pada tahun 632 M, hukum Islam yang diemban oleh negara Khilafah telah ditegakkan di wilayah yang luasnya hampir satu setengah kali luas Kekaisaran Romawi pada zaman kejayaannya, yakni di sekitar tahun 100 M pada masa kekuasaan kaisar Trajan. Kekuasaan negara Khilafah yang multi-bahasa dan multi etnik ini terbentang mulai dari padang pasir Arab terus membentang hingga 4500 mil, sampai meliputi tiga benua; mulai dari perbatasan China di sebelah Timur sampai di Spanyol dan Prancis Selatan di sebelah Barat. Bahkan, penaklukkan Islam berhasil menyatukan Timur Tengah, selain Afrika Utara dan Spanyol, di bawah satu kepemimpinan untuk pertama kalinya sejak zaman Iskandar Yang Agung (356 323 SM).

“Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.” (QS. Al Furqaan: 31)

Pasukan Iskandar Yang Agung pernah menguasai wilayah wilayah ini, tetapi kekaisaran yang didirikannya dalam waktu 10 tahun sejak meninggalkan Macedonia, telah terpecah belah dan runtuh untuk selamanya. Tetapi hukum Islam berhasil menyatukan wilayah tersebut, dan di bawah kekuasaan Islam orang orang Yunani, Berber, Koptik, Armenia, Arab, Turki, India, dan China bisa bersatu padu. Panji- panji Islam yang dibawa pasukan Islam telah menorehkan sejarah dan mampu memberikan pengaruh yang kuat dan khas ke seluruh dunia; pengaruh yang sangat diperhitungkan hingga kini, yaitu sekitar 1400 tahun kemudian, mulai dari Maroko hingga Indonesia. Atas dasar estimasi yang mutakhir, penganut Islam diperkirakan mencapai jumlah 1,9 miliar -atau lebih dari seperlima penduduk dunia- meskipun penganut Islam di masa-masa awal tegaknya negara Islam di Madinah tidak lebih dari jumlah populasi sebuah kota.

“Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS. Thaahaa: 123)

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, dalam waktu kurang dari 100 tahun sejak wafatnya Rasulullah Saw., wilayah yang berada di bawah hukum Islam dan negara Khilafah secara geografis memang sangat luas. Saat ini ada sekitar 45 negara di dunia yang mayoritas dihuni oleh umat Islam. 60% wilayah Laut Tengah dikelilingi oleh negeri-negeri Muslim; sedangkan seluruh wilayah di sekitar Laut Merah dan Teluk Persia adalah wilayah kaum Muslim. Namun demikian, tidak cukup hanya dengan menggambarkan kekuasaan negara Khilafah dari sisi peranannya dalam sejarah militer dan keperkasaannya saja. Bahasa Arab dan kebudayaan (hadlarah) Islam tidak hanya mempunyai pengaruh yang besar di dunia, tetapi juga menjadi sebuah standar bagi seluruh umat manusia. Dampak penyatuan wilayah yang sedemikian luas itu bukan hanya hilangnya rintangan-rintangan politik, tetapi juga simanya hambatan-hambatan bahasa dan ilmu pengetahuan yang sangat ketat di masa sebelum Islam.

Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!” (QS. An Nisaa': 71)

Sebelumnya, selama berabad-abad Kekaisaran Bizantium dan Kekaisaran Persia selalu berperang; tetapi sekarang, di masa kekuasaan Islam, seorang mahasiswa kedokteran dari akademi kedokteran di Jundishapur dapat bertemu dengan koleganya dari universitas-universitas lain di lskandariah atau Baghdad, mengadakan diskusi dengan orang Arab atau orang Turki. Dengan cara inilah kota-kota di wilayah negara Khilafah menjadi pusat-pusat pengajaran, kemajuan, dan pendidikan bagi seluruh umat manusia, di mana para sarjana, cendekiawan, pemikir, dan ilmuwan dari berbagai latar belakang budaya, agama, dan bahasa saling bertukar pikiran serta bersama-sama berbagi ilmu pengetahuan. Selain ibukota negara Khilafah, wilayah-wilayah lain seperti Bukhara, Samarkand, Shiraz, Damaskus, Aleppo (Halah), Kairo, Tunis, Fez, Cordova, dan sebagainya seakan saling berlomba meraih prestasi ilmiah. Pada saat aktivitas intelektual yang intensif berlangsung di dalam negara Khilafah, Eropa tengah mengalami era kegelapan di mana tidak terjadi perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan, dan peningkatan pemikiran.

“Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,” (QS. At Taubah: 120)

Negara Khilafah menjadi pemimpin terdepan peradaban dunia. Di sana berkembang berbagai aspek kehidupan manusia; negara Khilafah menyinari seluruh dunia dan menjadi taman bunga di permukaan bumi selama lebih dari 13 abad. Untuk dapat mengerti dan memahami situasi kaum Muslim saat ini, yang berada dalam keadaan lemah tak berdaya, serta untuk menerapkan Islam dan membangkitkan mereka dari keterpurukan dan -lebih jauh lagi- memimpin dunia sebagaimana yang mereka lakukan selama 13 abad lebih, maka pertama-tama kita harus memahami realitas yang dihadapi, khususnya negara- negara yang memimpin dunia dan menempati posisi dominan dalam percaturan internasional saat ini. 
dari "Jihad Dan Kebijakan Luar Negeri Daulah Khilafah", terjemah al-Qur'an

Senin, 14 Desember 2015

RIZKI SEMATA DARI ALLAH



RIZKI SEMATA-MATA DI TANGAN ALLAH

       Milik/ penguasaan terhadap suatu benda belum merupakan rezeki
       Rizki: halal dan haram
       Rizki: harta yang diberikan Allah (pemberian)
       Banyak orang menyangka dirinyalah yang mendatangkan rezeki ketika dia bekerja. Usaha bukan penyebab datangnya rezeki
       Rezeki itu semata-mata dari Allah
       Pekerjaan hanyalah keadaan/cara yang berpeluang menjadi jalan datangnya rezeki (bukan penyebab)
       Jika bekerja/usaha menjadi penyebab datang rezeki, maka pasti setiap usaha pasti menghasilkan rezeki.
       Usaha bukan penyebab datangnya rezeki maka orang bekerja tidaklah memberi rezeki untuk dirinya.
       Menganggap kerja/usaha menjadi penyebab datangnya rezeki bertentangan dengan nash qath`i. Allah mengatakan rizki semata-mata datang dari-Nya, bukan dari manusia.
       Meski demikian Allah tetap memerintahkan hamba-Nya untuk berusaha dan menjelaskan tata cara mengusahakan datangnya rezeki dan batasan-batasannya.
       Jika ada persepsi yang bertentangan nash qoth`i maka persepsi itu tertolak.
       Semua ayat-ayat berikut hanya menunjukkan 1 makna bahwa rezeki semata-mata dari Allah, bukan yang lain.

       5:88. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.
       30:40. Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
       36:47…………Nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu……….
       3:37. ………….. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab……………
       29:60. Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri.  Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
       20:132. Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.
       17:31. Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami lah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.
       6:151. …………….dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan.  Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka……………….
       22:58. Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki.
       13:26. Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).
       29:17. ……….  Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah …………
       11:6. Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya…………..
       51:58. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki ............................

Minggu, 04 April 2010

Menulis Artikel dan Memasarkan Artikel - Publisher



Berikut ini adalah edisi selanjutnya Menulis Artikel dan Memasarkan Artikel - Publisher Seri Pelatihan: Sebuah Pengantar Menulis dan Pemasarannya.

Berikut ini adalah top 5 faktor penerbit ezine sebelum memutuskan untuk mempublikasikan artikel:

1. Apakah artikel itu telah ada link internal ke blog atau website sendiri dalam tubuh artikel?

Isi tubuh artikel Anda dengan link keluar atau link internal. Melayani memasarkan artikel lain sendiri jelas merupakan "kewajiban" dan terus memasarkan artikel-artikel Anda.

2. Apakah artikel tersebut tidak lebih dari 2 link di kotak sumber/biodata penulis?

Isi kotak biodata di bagian bawah artikel Anda harus singkat dan to the point. Seharusnya juga kurang dari 10% dari jumlah total kata artikel Anda. Penerbit Ezine tidak keberatan Anda memberi sumber dan link untuk berbagi artikel Anda dengan mereka, tetapi mereka tidak ingin tampak konyol dengan menjadi dimanfaatkan untuk mencetak ulang sebuah novel pendek tentang semua situs dan prestasi.

3. Apakah artikel untuk didistribusi langsung (bukan untuk SEO) dalam 250-700 kata-kata?

Pembaca ingin kepuasan instan dari kualitas konten Anda, asli. Tak ada waktu untuk benar-benar pergi jauh ketika datang untuk membaca email newsletter. Ini terbukti bahwa artikel pendek mencapai tingkat distribusi yang jauh lebih tinggi daripada yang lebih panjang.

4. Apakah memberikan kualitas, konten asli dengan daftar nomor, poin-poin atau mudah untuk mendapatkan informasi yang audiens akan anggap berharga?

Key Point: Pastikan artikel Anda adalah 100% konten asli meski tidak harus ide orisinal, tapi harus dengan kata-kata sendiri.

5. Apakah penulis artikel itu dikenal atau dihormati dalam ceruk pasar mereka?

Penerbit Ezine memiliki ego seperti Anda. Mereka ingin menggunakan artikel dalam newsletter email mereka
yang membuat mereka terlihat baik. Semakin Anda menggunakan artikel yang cocok dengan kredibilitas diri Anda, yang anda ahli dalam ceruk pasar itu, lebih besar kemungkinan Anda akan menemukan artikel Anda mendapatkan audiens lebih banyak dari rekan-rekan penerbitan Ezine Anda.

Edisi berikutnya EzineArticles Seri Pelatihan: Sebuah Pengantar Pasal Menulis dan Pemasaran akan menawarkan tips untuk meningkatkan produksi artikel Anda dalam waktu kurang dengan menulis paket artikel.
dari EzineArticles.com

Related Posts with Thumbnails

Spirit 212, Spirit Persatuan Umat Islam Memperjuangkan Qur'an Dan Sunnah

Unduh BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam