Download BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Selasa, 02 Juli 2019

Proyek OBOR China Haram


Fakta OBOR

Proyek OBOR (One Belt One Road) adalah pembangunan infrastruktur darat dan laut yang diinisiasi China sejak tahun 2013 yang akan menghubungkan China dengan Asia Tenggara, Asia Selatan, Eropa, dan Amerika.

Metode OBOR adalah China memberi pinjaman dengan tenor 20 tahun dengan interest rate maksimal 3% (atau bisa lebih dari itu sesuai perjanjian) kepada berbagai negara debitur untuk membangun berbagai infrasruktur; yaitu : (1) infrastruktur darat seperti jalan KA; (2) infrastruktur laut seperti pelabuhan; dan (3) infrastruktur udara seperti bandara.

Dalam pemberian pinjaman tersebut China sebagai kreditur mensyaratkan negara-negara debitur wajib mempekerjakan naker (TKA) dari China dan menggunakan bahan atau material seperti semen, baja, dll dari China.

Hukum OBOR

OBOR hukumnya haram menurut syariah Islam. Terdapat riba berupa bunga pinjaman sebesar maksimal 3%, atau bisa lebih dari itu sesuai perjanjian.

Riba hukumnya haram sesuai firman Allah SWT :

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

"Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (QS. Al-Baqarah: 275)

Terdapat syarat-syarat yang tak sesuai syariah dalam pemberian pinjaman, yaitu kewajiban menggunakan material dan TKA dari China bagi negara debitur.

Syarat tersebut bathil, karena merupakan penggabungan akad pinjaman (pinjaman) dengan akad komersial (tijarah), seperti jual-beli dan ijarah (jasa) yang telah dilarang syariah.

Sabda Rasulullah SAW:

لاَ يَحِلُّ سَلَفٌ وَبَيْعٌ وَلاَ شَرْطَانِ فِى بَيْعٍ وَلاَ رِبْحُ مَا لَمْ تَضْمَنْ وَلاَ بَيْعُ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

"Tidak halal menggabungkan pinjaman (qardh) dengan jual-beli, tidak halal pula dua syarat dalam jual-beli, tidak halal pula keuntungan tanpa ada pengorbanan, dan tidak halal pula menjual barang yang tidak kamu miliki.” (HR. Ahmad no. 6671, Abu Dawud no. 3506, Tirmidzi no. 1279 dan dinilai hadis hasan oleh Syuaib al-Arna'uth).

Dalam hadis di atas Rasulullah SAW mengharamkan empat transaksi, salah satunya tidak halal menggabungkan pinjaman (qardh) dengan jual-beli.

Diharamkan pula dalam pengertian yang lebih umum, menggabungkan akad-akad tabarru' (sosial) seperti qardh dan rahn, dengan akad-akad komersial (tijarah), seperti jual-beli dan ijarah (jasa). (Ibnu Taimiyah, Majmuu’ al-Fatawa, 29/62)

Kedaulatan ekonomi dan politik dari negara debitur hilang. Kasusnya sudah terjadi di Srilangka, pada proyek pembangunan pelabuhan Hambantota, di mana Srilanka meminjam 301 juta dolar AS dari Cina dengan tingkat suku bunga sebesar 6,3 persen. Srilangka ternyata tak mampu membayar utang tersebut.

Akhirnya hutang tersebut diubah menjadi ekuitas, yaitu menjadi hak milik China. Jadi pelabuhan dan semua pendapatan pengelolaannya menjadi hak milik China untuk jangka waktu 99 tahun.

Padahal Syariah Islam telah mengharamkan adanya dominasi kafir atas umat Islam yang menghilangkan kedaulatan ekonomi dan politik, sesuai firman Allah SWT :

وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

"Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman." (QS An Nisaa' : 141)

RRC adalah negara kafir harbi secara de facto (daulah muhaaribah fi'lan), karena RRC terbukti telah menyiksa dan membunuh banyak muslim etnis Uighur di propinsi Xinjiang. ((China mencaplok wilayah Xinjiang yang telah lama dimiliki kaum Muslimin bukan sebagai bagian dari kekuasaan negara komunis China)).

Padahal syariah Islam telah mengharamkan umat Islam untuk bermuamalah dengan negara kafir harbi fi'lan, seperti muamalah perdagangan, karena akan dapat memperkuat negara tersebut untuk memusuhi umat Islam.
Proyek OBOR adalah bentuk tolong-menolong dalam dosa yang diharamkan oleh Allah SWT:

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

"Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Maaidah: 2)

Sumber: Copas sebagian tulisan K.H. M. Shiddiq Al-Jawi, Haramnya OBOR China

Rabu, 26 Juni 2019

Hidup Ini Hanya Sesaat



Dalam acara Liqo Syawal Tokoh dan Ulama, Yogyakarta 23 Juni 2019, Ustadz Ismail Yusanto mengawali tausiyahnya dengan sebuah hadits Nabi Saw:
"Tidaklah aku hidup di dunia ini kecuali hanya seperti musafir yang istirahat di bawah pohon, lalu pergi meninggalkannya" (HR Tirmidzi)

Jika 1 hari di akhirat setara dengan 1000 tahun di dunia. Jadi orang yang berusia 100 tahun di dunia, dia hanya setara dengan hidup 2,4 jam di akhirat. Subhanallah, sebentar sekali.

Lantas, apa yang paling penting dari hidup yang sesaat itu?

Maka, carilah bekal di dunia ini. Dan sebaik-baik bekal adalah taqwa. Orang yang bertaqwa adalah orang yang telah mengamalkan apa yang ada dalam Al-Qur’an.

Seberapa kuat semangat dan pengorbanan kita untuk taat, maka sebesar itulah kadar/kekuatan taqwa kita. Maka marilah kita menjadi orang yang bertaqwa dengan taqwa yang sebenar-benarnya. Apapun yang kita usahakan di dunia ini harus kita tujukan untuk taqwa kepada Allah.

Di kehidupan akhir zaman ini, jika kita ada pada posisi sebagai muslim, maka kita dalam kondisi yang tidak aman. Kenapa? Karena orang-orang kafir menginginkan kita seperti mereka. Padahal, kita tahu, tidak sama antara penghuni surga dan penghuni neraka. Jadi, jelas tidak sama antara amal orang Islam dengan amal orang kafir.
* Orang Islam berbeda dengan orang kafir dalam cara berkeluarga
* Orang Islam berbeda dengan orang kafir dalam cara mendidik anak
* Orang Islam berbeda dengan orang kafir dalam cara berekonomi
* Orang Islam berbeda dengan dengan orang kafir dalam hal politik dll.

Seperti saat ini, dalam hal politik, di antara kaum muslimin ada saja yang menggunakan sistem [-peny. ajaran kafir Barat] demokrasi:
1. Kelompok yang menganggap demokrasi adalah bagian dari Islam
2. Kelompok yang memperjuangkan demokrasi yang sesuai aslinya, bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat
3. Kelompok yang sebenarnya memahami demokrasi bukan dari Islam, tetapi berusaha ingin mengislamisasi demokrasi. Atau dengan kata lain demokrasi hanya dijadikan jalan untuk meraih kekuasaan dan selanjutnya ingin menerapkan Islam.

Maka, kita harus belajar dari beberapa fakta yang telah terjadi. Bagaimana FIS di Al-Jazair yang menang telak pemilu ala demokrasi 82%, tetapi gagal berkuasa karena ingin mengganti konstitusi dengan Islam. Fakta serupa juga terjadi pada Hamas dan Mursi. Bagaimana Barat dengan kapitalismenya tidak akan mungkin membiarkan Islam berkuasa. Dan terbukti, demokrasi bukanlah jalan untuk menerapkan Islam.
Karena Islam punya jalan/cara sendiri dalam meraih kekuasaan politiknya, tentunya seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Di samping itu, saat ini, ukhuwah Islamiyah juga selalu dikoyak oleh Barat. Maka Rand Corporation (lembaga think tank AS) mengelompokkan umat Islam menjadi 4 kelompok :
1. Kelompok fundamentalis.
Kelompok yang menolak demokrasi dan menginginkan formalisasi syariah Islam.
2. Kelompok tradisionalis
Kelompok yang berpegang pada substansi Islam tapi kurang peduli dengan formalisasinya.
3. Kelompok Modernis/ Moderat
Kelompok reformasi Islam yang menyesuaikan dengan tuntutan zaman
4. Kelompok Pluralis
Kelompok yang menjadikan Islam sebagai urusan pribadi dan dipisahkan dalam urusan negara.

Maka dengan pengelompokan ini harapannya akan melemahkan persatuan umat Islam. Dan antar kelompok akan selalu diadu-domba dan dibuat saling bermusuhan. Kelompok yang mengancam eksistensi Barat akan selalu ditekan dan diancam, sedangkan kelompok yang bisa diajak bekerjasama akan dipelihara bahkan dibesarkan.

Maka kita harus pahami, bahwa Islam itu satu. Kita disatukan oleh aqidah Islam. Maka tidak sepantasnya kita menganggap sesama muslim itu musuh. Karena musuh yang nyata bagi kita adalah orang-orang kafir, seperti yang sudah disampaikan di dalam Al-Qur’an. Maka yang harus kita pupuk adalah jalinan ukhuwah di antara kita. Tepatlah ketika kita ambil pernyataan Imam Syafi'i : "Pendapat kami benar, tapi ada kemungkinan mengandung kesalahan. Dan pendapat orang lain itu salah, tapi ada kemungkinan mengandung kebenaran. Maka, janganlah menutup diri (seperti katak dalam tempurung), agar kita tahu kesalahan kita dan mengetahui kebenaran dari orang lain. Maka dengan prinsip ini insyaaAllah kaum muslim akan mudah menjalin persatuan dan tidak mudah untuk diadu-domba.

Di akhir penyampaian, juga disampaikan bahwa agar kaum muslimin segera mendapatkan kemenangannya maka kita semua harus selalu gencarkan dakwah. Melalui apa? Yaitu melalui ngomong/lisan dan juga tulisan, sampai tercipta kesadaran di tengah-tengah masyarakat. Bahwa kita harus menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai khilafah. Allahu Akbar!

Disarikan oleh Ummu Zakiy, Yogyakarta 24 Juni 2019

Kamis, 13 Juni 2019

Krisis Kapitalisme Tidak Bisa Diatasi Meski Dengan Sejumlah Kebijakan Ekonomi



Kapitalisme memang sedang dalam krisis. Fakta ini semakin banyak disebut dalam publikasi media arus utama. Tema umumnya adalah bahwa krisis keuangan 2008 mengekspos kurangnya regulasi bank, sehingga untuk menyelamatkan kapitalisme sejumlah amandemen perlu dibuat. Kaum kiri menegaskan pemikiran mereka lagi, menyerukan lebih banyak kontrol pemerintah, sementara kaum liberal hanya memberikan sedikit perlawanan, kecuali dalam perinciannya.

Ini semua jelas mengingatkan kita pada para ekonom yang tertunduk setelah Depresi Besar abad ke-20, dan sekali lagi setelah Perang Dunia II, ketika mereka memperdebatkan banyak perubahan dan amandemen kebijakan ekonomi yang tak terhitung jumlahnya. Era ekonomi neo-liberal saat ini yang menyebabkan krisis ekonomi paling mutakhir hanyalah eksperimen gagal terakhir dari para pemikir ekonomi kapitalis.

Problem besar sesungguhnya yang dihindari orang untuk dibahas adalah sifat dasar kapitalisme yang rusak dan itu perlu alternatif komprehensif. Untuk menghindari pembahasan cacatnya kapitalisme, kita diminta untuk mengakui kebaikan dan kemakmuran yang dibawa oleh kapitalisme dengan kekuatan pasarnya, terlepas dari kenyataan bahwa sebenarnya kapitalisme tidak punya andil khusus dalam ilmu ekonomi dasar.

Tetapi, kita masih diminta untuk menerima begitu saja bahwa siklus krisis, menggembung dan kempes berupa inflasi dan deflasi adalah fakta kehidupan, terlepas dari kesengsaraan dan bahaya yang mereka bawa ke dunia, dan meskipun itu jelas disebabkan oleh ideologi kapitalis.

Ideologi kapitalis tidak dapat dipisahkan dari prinsip sekular pemisahan agama dari kehidupan, yang bersama dengan teori kebebasan dan demokrasi, secara langsung mewujudkan hegemoni liberal yang korup, menindas, dan menyengsarakan yang diderita dunia saat ini. Kapitalisme adalah ideologi sesat yang akan selalu memberikan kekuasaan kepada pihak paling korup, elit kaya yang hanya tertarik pada kesejahteraan mereka sendiri.

Ideologi kapitalis memungkinkan para penjahat di pemerintahan menggunakan kekerasan terhadap warga sipil untuk melanggengkan penindasan dan pembunuhan massal demi keuntungan ekonomi. Jika kita membahas tentang kehancuran planet ini, kemiskinan yang meluas, atau kekerasan fanatik terhadap warga sipil, kaum kapitalislah yang menjadi pusatnya, yang sedang terus berusaha mengalihkan perhatian masyarakat dari keterlibatan diri mereka.

Orang miskin disalahkan karena tidak produktif, sementara kebijakan yang memiskinkan yang diterapkan oleh para politisi kaya diabaikan. Pembunuh yang membunuh umat Islam di Christchurch dituduh telah disesatkan oleh sayap kanan, sementara perang ciptaan para kapitalis melawan Islam untuk melindungi dominasi kolonial mereka atas negeri Muslim diabaikan.

Saat ini, pembunuhan yang parah terhadap warga sipil di Sri Lanka, oleh media kapitalis dikesankan terjadi gara-gara Islam, sementara kecaman para penyerang diabaikan. Dari waktu ke waktu, penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan massal terhadap warga sipil, khususnya didorong oleh kepedihan dan frustrasi terhadap kolonialisme menindas yang mereka alami.

Islam dengan tegas menolak serangan semacam itu di manapun terjadi. Islam juga dengan tegas menolak penindasan kolonial yang dipimpin oleh kaum kapitalis saat ini. Kapitalisme, di sisi lain, membiarkan elit kapitalis bebas menarget orang demi keuntungan ekonomi apapun, atau untuk menutupi kejahatan mereka yang tak terhitung jumlahnya.

Ketiadaan penerapan sistem Islam keseluruhan dengan negara Khilafah di dunia saat ini, memungkinkan ideologi kapitalis menginjak-injak rakyat, tanpa terkendali. InsyaAllah, ketika Khilafah dengan manhaj kenabian kembali lagi, mereka yang dapat melihat cacat kapitalisme akan punya pengganti yang benar untuk diambil. Kemudian, dan hanya pada saat itu, kita akan melihat akhir dari penderitaan yang disebabkan oleh para elit kapitalis.

Bacaan: “Capitalism’s Crisis Cannot Be Fixed With Mere Economic Tweaking

Related Posts with Thumbnails

Spirit 212, Spirit Persatuan Umat Islam Memperjuangkan Qur'an Dan Sunnah

Unduh BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam