Download BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Senin, 31 Agustus 2015

Bersama-sama memperjuangkan Islam mendapat kemuliaan dari Allah SWT

 
Kewajiban nashbul kholifah yang didukung oleh pendapat para ulama ahlu sunnah harus terus diperjuangkan dengan metode dakwah manhaj Rasulullah yang dicontoh oleh Hizbut Tahrir. Metode ini wajib diikuti sebagai bentuk ittiba’ kepada baginda Rasulullah Saw.

Berbagai permasalahan dirundung bangsa Indonesia. Umat sampai saat ini masih terjajah. Sebagai buktinya, penguasa republik memberi toleransi kepada PT Freeport untuk tidak membayar dividen. Sikap tersebut menunjukkan bahwa penguasa republik Indonesia berada pada posisi yang lemah. Mata uang lemah harus juga dibereskan. Seharusnya, bangsa yang merdeka tidak mungkin membiarkan kekayaan alamnya dikelola oleh negara lain.

Kondisi ini diakibatkan kaum muslimin terkena wabah penyakit Wahn, penyakit yang sangat berbahaya yang dapat membinasakan seseorang baik kehidupan dunianya lebih-lebih kehidupan akhirat, selain itu paham sekulerisme menjadi paham yang membuat kaum muslimin hidup layaknya amfibi yang hidup di dua dunia, di satu sisi kaum muslimin percaya dengan Al Qur’an dan As-Sunnah, di satu sisi hdup di dalam kubangan sekulerisme yang dipenuhi dengan keinginan dan nafsu dunia.

Maka, masyarakat secara luas semestinya berperan serta secara aktif berjuang untuk terapnya syariat Islam agar dapat dicapai kehidupan yang sejahtera dunia dan akhirat.

Indonesia Milik Allah Saatnya Khilafah Menggantikan Demokrasi. Kewajiban penegakan khilafah, sudah menjadi kesepakatan ulama, sehingga tidak ada perbedaan pendapat di dalamnya. Bahkan khilafah adalah kewajiban yang lebih utama dari kewajiban lainnya. Kewajiban tersebut dijelaskannya berdasarkan perintah syariah dan ijma para sahabat Nabi SAW.

Sahabat Nabi itu lebih mengutamakan mengangkat khalifah, dari pada sibuk menguburkan jenazah Nabi. Padahal menurut syar’i, menguburkan jenazah hukumnya lebih utama untuk dipercepat dan didahulukan.

Karena sekulerisme pulalah kaum muslimin memisahkan agama dari negara sehingga kaum muslimin hidup dalam sistem demokrasi, dan tidak lagi hidup di dalam naungan khilafah, padahal setiap kita-kita menyebut sebotol minuman tentu ada botol yang menyatukan, maka disebut dengan sebotol air minum. Maka mustahil jika ingin menyatukan kaum muslimin tanpa ada wadahnya, tentu tidak ada yang lain sebagai wadah persatuan bagi kaum muslimin adalah dengan Khilafah.

Hanya saja, dari dulu hingga sekarang, ada fenomena menakut-nakuti penegakan kewajiban Syariah khilafah. Yang salah satu contoh terbarunya, adalah gerakan Islamic State Iraq and Syria (ISIS). Meskipun mereka telah mengklaim mendirikan khilafah, namun pada faktanya, usaha mereka tersebut tidaklah memenuhi syarat syar’i, dan bahkan menimbulkan kesan buruk terhadap pemaknaan Khilafah itu sendiri.

Menyatukan langkah umat, menuju perjuangan penegakan khilafah, sebagai pengganti sistem demokrasi mesti terus dilakukan. Indonesia Milik Allah, Terapkan Hukum Allah, Saatnya Khilafah Menggantikan Demokrasi dan Sistem Ekonomi Liberal. Keberadaan dan kehadiran ulama dalam barisan perjuangan ini memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan arah perjuangan Islam untuk kembali terwujudnya Daulah Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah. Perjuangan demi terwujudnya syariat dan khilafah ini adalah benar-benar merupakan janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah yang atas izin Allah sebentar lagi akan segera tegak.

Problematika umat saat ini terus mendera kaum muslimin di seluruh dunia. Misal kasus Palestina salah satunya adalah kasus Palestina, kita memahami jumlah kaum muslimin saat ini kurang lebih 1,7 milyar, tetapi tidak mampu mengalahkan negara sistem kufur Israel yang jumlah penduduknya yang hanya tujuh juta jiwa, jika pakai logika sederhana saja, orang yang tidak sekolah saja tahulah, kira-kira perang melawan tujuh juta melawan 1, 7 milyar kalau tidak pakai senjata kita akan menang. Kita injak-injak saja mereka akan mati. Ditembak pun yang mati paling sekitar tujuh juta dari 1,7 milyar. Tetapi kenapa ini tidak bisa. Yang menjadi persoalannya adalah tidak ada yang akan menjadi komando untuk menginjak-injak, di sinilah peran penting Khilafah. Urusan menginjak-injak saja jikalau tidak ada yang mengkomandoi, tujuh juta datang mati, begitu seterusnya, maka habislah 1,7 milyar.

Mengokohkan ukhuwah dalam perjuangan bersama umat untuk tegaknya Syariah dan Khilafah akan terus diupayakan. Karunia yang harus kita syukuri ketika kita diberikan kelebihan oleh Allah berupa ilmu, pengaruh atau kekuasaan, semua ini harus kita gunakan untuk perjuangan Islam, agar perjuangan ini menjadi mudah dan cepat maka perlu disuarakan melalu tokoh-tokoh umat, oleh karena itu Hizbut Tahrir ingin mengajak umat Islam terutama para ulama dan tokoh, untuk bersama-sama mendapat kemuliaan dari Allah SWT dengan memperjuangkan Islam.
Semangat bersama, semangat ukhuwah, untuk bersama-sama menegakkan khilafah akan terus dipupuk. Penjelasan kepada simpul-simpul kekuatan umat tentang pentingnya kaum muslimin untuk kembali melanjutkan kehidupan Islam, yaitu dengan diterapkannya kembali syariah Islam dalam bingkai Kekhalifahan terus diupayakan.

Selamatkan Anak-Anak dan Wanita Gaza dengan Khilafah Islamiyah. Allah SWT telah memberi predikat kita kaum muslimin sebagai ummat terbaik. Kaum muslimin ibarat tubuh yang satu. Penyerangan Israel kepada Muslim Palestina yang terus menerus dan telah terjadi selama berpuluh tahun tersebut, akar masalahnya adalah keinginan Yahudi Israel untuk merampas tanah Palestina. Keinginan jahat ini didukung oleh AS, karena AS juga berkepentingan menghalangi tegaknya Khilafah Islam. Upaya keji ini menurut mereka akan mudah jika Yahudi ada di Palestina. Solusi atas permasalahan Palestina adalah jihad dan Syariah khilafah.

Sejarah juga menunjukkan, kecaman dan kutukan yang keras, langkah diplomasi, resolusi PBB, tidak pernah membuahkan hasil bisa menyelesaikan permasalahan di Palestina. Sehingga tugas kita segenap kaum muslimin adalah menyeru penguasa agar memobilisasi pasukan untuk membantu Palestina, serta berjuang agar khilafah segera tegak, atas izin Allah. Dengan khilafah-lah syariah-Nya bisa diterapkan secara sempurna, dan kaum muslimin bisa bersatu serta memperoleh kemuliaan.

Semoga Allah SWT menyelamatkan saudara kita di Palestina dan juga belahan bumi yang lainnya, dan semoga Allah SWT segera memberikan pertolonganNya dengan tegaknya khilafah seperti manhaj kenabian untuk yang kedua.

Ketaatan Kepada Allah SWT Di Segala Bidang Sebagai Kewajiban Muslim

 
Ketaatan kepada Allah SWT sebagai kewajiban bagi setiap diri yang mengaku muslim. Allah SWT telah memberi predikat kita kaum muslimin sebagai ummat terbaik. Kaum muslimin ibarat tubuh yang satu. Apabila salah satu tubuh merasakan sakit maka tubuh yang lainnya pun ikut merasakan sakit yang sama. Ukhuwah Islamiyah di tengah-tengah umat Islam sangat penting untuk bersama-sama mewujudkan tegaknya Syari’ah dan Khilafah, karena Islam adalah agama yang membuat umat bersatu, dan bersaudara. 
 
Pasar Bebas Menghancurkan Keluarga dan Generasi, Selamatkan dengan Khilafah. Potret buram keluarga dan generasi, buah liberalisasi. Hal ini merupakan analisa dari dampak sosial yang akan terjadi jika MEA diberlakukan. MEA adalah realisasi/perwujudan dari pasar bebas di kawasan ASEAN dan kebijakan ini akan membawa pengaruh yang sangat besar yaitu rapuhnya keluarga yang merupakan benteng pertahanan terakhir kaum muslim, lanjutnya. Kondisi keluarga-keluarga muslim saat ini telah terjebak dalam sistem kapitalis yang mencampakkan aturan-aturan Allah SWT. Oleh karena itu harus ada upaya untuk mengubah kondisi yang ada.

Kaum muslimin menghadapi masalah yang besar yakni ketiadaan Khilafah. Situasi yang terjadi di sebagian besar negeri kaum muslim saat ini di segala bidang tengah berada di bawah cengkeraman Amerika, para penguasanya menjadi kaki tangan mereka hingga semua kebijakan yang lahir mengikuti perintah tuannya. Bukan lagi mengurusi rakyat tetapi mengurusi kebutuhan tuannya. Kemungkaran terjadi di segala bidang di mana-mana dan menjadikan kaum muslimin jauh dari sifatnya sebagai umat yang mulia, umat yang terbaik. Kemungkaran di segala bidang ini adalah masalah besar yang solusinya cuma satu yaitu Syariah khilafah, tidak ada pilihan lain. Kita adalah agent of Allah, agent of khilafah melakukan aktivitas dakwah sesuai thariqah Rasulullah Saw.

Upaya-upaya yang harus dilakukan dalam rangka membentengi keluarga muslim, antara lain dengan meningkatkan ketakwaan dan ketundukan terhadap seluruh aturan-aturan Allah SWT, sehingga mampu mencegah dan menghilangkan pengaruh pemikiran dan merubah sistem hidup yang tidak sesuai dengan aturan Allah SWT, termasuk MEA yang akan segera diberlakukan.
  1. Menjelaskan kepada masyarakat termasuk pelajar akan bahaya pasar bebas
  2. Menyadarkan umat bahwa orang-orang kafir senantiasa berusaha menjauhkan umat Islam dari agamanya
  3. Mengokohkan benteng keluarga dengan iman dan taqwa dan membekali mereka dengan pendidikan agama seperti halaqoh mingguan
  4. Memperjuangkan tegaknya sistem Islam dalam bingkai Khilafah Rasyidah
Tanggung Jawab Tokoh Terhadap Allah dan Umat untuk Indonesia Lebih Baik karena dorongan keimanan, bukan karena dorongan yang lain. Umat tidak boleh berleha-leha, diam, tidur, kita semua harus segera bangkit kalau tidak ingin Indonesia akan semakin rusak moral, ekonomi dan politik, HT Perlu diapresiasi dan semoga Allah bersama umat dan menjadikan negeri ini baldatun thayibah wa rabbun ghofur di segala bidang.

Allah telah memerintahkan kewajiban kepada kita semua untuk memperjuangkan Syariah khilafah dan wajib diterapkan di tengah-tengah kaum muslimin, dan perjuangan menerapkan khilafah adalah sebagai perwujudan konsekuensi keimanan kita akan adanya Allah. Dan yang harus kita lakukan dalam mewujudkan tegaknya khilafah ini adalah dengan mengikuti metode dakwah Rasulullah bukan menggunakan kekerasan maupun kompromi dengan sistem kufur demokrasi.

Indonesia Milik Allah, Jalin Ukhuwah, Raih Kemenangan dan Keberkahan, Tegakkan Syariah Khilafah. Kondisi kaum muslimin kini tersekat-sekat oleh batas Negara Bangsa memunculkan ketidakpedulian terhadap kondisi saudaranya. Seperti yang saat ini tengah terjadi di Palestina, bantuan materi yang diberikan tak mampu juga menyelesaikan persoalan mereka. Belum lagi perbedaan madzhab yang ada menjadikan kita makin terpecah satu sama lain menganggap yang paling benar. Semua ini terjadi karena tiadanya junnah atau perisai bagi kaum muslimin. Khilafah yang sejatinya akan menjadi pemersatu, pengurus umat belum lagi terwujud. Karena belum bersatunya upaya kaum muslimin dalam memperjuangkannya.

Semangat perlu digugah untuk terus berjuang dan mempererat ukhuwah Islamiyah menuju tegaknya khilafah dan berupaya tiada henti untuk memperjuangkannya. Bisyarah Rasulullah akan tegaknya khilafah sebagai penguat pasti akan terwujud. Jadilah kita sebagai bagian dari para penyeru itu.

Memberikan pemahaman Islam di tengah-tengah umat sangat diperlukan dengan cara pembinaan dan pengkaderan bukan dengan mengangkat senjata. Pembinan ini tentunya dilakukan dengan intensif terus menerus sehingga pemahaman Islam umat akan bertambah. Selain pembinaan dan pengkaderan thoriqoh lainnya adalah berinteraksi dengan masyarakat, serta tholabunnusroh yakni dengan meminta dukungan para pemilik kekuatan.

Peran Ulama Sangat Vital Dalam Membangun Peradaban Islam


 
Lihatlah Mensos datang ke Tolikara bukannya menengok kaum Muslimin yang diteror malah menengok dan membantu GIDI yang ditembak polisi! Lho padahal mereka ditembak karena kesalahan mereka sendiri yang tak mau menghentikan tindakan brutalnya. Ini sikap yang tidak adil dalam memperlakukan umat Islam, salah satunya dalam kasus tindak teror yang dilakukan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) terhadap kaum Muslimin yang tengah menjalankan shalat Idul Fitri kemarin. Bukan hanya di Indonesia, di Palestina, Rohingya (Myanmar), Xinjiang (Cina), Pattani (Thailan), Moro (Filipina), Pakistan, Afghanistan, Irak, Suriah dan di belahan dunia lainnya, umat Islam diperlakukan semena-mena, diperkosa, dan juga dibunuhi.

Mengapa mereka berani mendzalimi umat Islam? Karena mereka tahu umat Islam tidak ada yang melindungi, mereka tahu umat Islam tidak ada yang membela! Karena tidak ada khilafah. Sesungguhnya Imam/Khalifah itu laksana perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung  kepadanya. (HR Muslim).

Presiden juga malah mengundang GIDI ke Istana, tetapi mereka yang menjadi korban GIDI kok tidak diundang juga? Mengapa? Karena pemerintah tahu siapa yang melindungi GIDI, karena pemerintah tahu siapa yang membela GIDI… Amerika!

Itulah salah satu relevansinya kaum Muslimin melaksanakan kewajiban menegakkan kembali khilafah. Dan ulama merupakan garda terdepan dalam perjuangan tersebut!

Bersama Umat Tegakkan Khilafah

Ulama adalah mereka yang komitmen terikat dengan hukum Syara’. Esensi kemenangan sejatinya kita harus mentaati setiap perintah Allah menjauhi larangannya. Kita harus ridho diatur oleh Allah Swt. Mengikatkan diri terhadap hukum Syara’ adalah wajib. Sehingga segala apa yang diucapkan serta dilakukan adalah dalam koridor hukum Syara’. Ulama yang takut hanya kepada Allah. Bukan hanya banyak ilmu, tapi juga takut. Khosyatillah.

Namun saat ini, ketaatan seorang muslim begitu berat tantangannya dengan bercokolnya paham neoliberalisme dan neoimperialisme di negeri ini. Kedua paham tersebut membuat Syari’at Allah SWT tidak dapat diterapkan secara kaaffah dalam kehidupan.

Ulama dipertanyakan keulamaannya bila tidak mengetahui menegakkan khilafah adalah kewajiban apalagi tidak mau berjuang menegakkannya.
Ulama adalah mereka yang selalu ikhlas mengatakan kebenaran. Ulama yang mencintai umatnya, bukan malah membingungkan umatnya. Ada guyonan, ulama ini terbagi dua. Ulama dihormati dan ulama dihargai. Ulama yang ingin dihargai mereka biasanya yang mencari-cari dalil atas fakta. Sehingga mereka bertanya, mau halal atau haram, dalilnya sudah ada.

Mendukung Syari’ah dan khilafah adalah untuk mewujudkan Indonesia lebih baik. Karena banyak pihak yang belum paham ide Syariah dan Khilafah maka dibutuhkan kerja keras dan banyak orang untuk berdakwah menyuarakan ide penerapan syariah dan khilafah dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah.

Meningkatkan keimanan dapat dilakukan dengan senantiasa menyadari bahwa Allah SWT tidak pernah henti “mencatat” segala perbuatan manusia setiap saat. Itu secara personal. Keimanan pun perlu diwujudkan secara sistemik dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan menerapkan aturan Allah SWT. Untuk mencapai kebangkitan, pembinaan umat harus dilaksanakan secara rutin dan intensif ditambah dengan kajian umum yang memperkuat pemahaman.

Ulama memiliki peran yang sangat vital untuk membangun peradaban Islam. Ulama hanya takut pada Allah Swt. saja. Ulama tidak akan pernah bergeming kepada celaan orang-orang yang suka mencela. Ulama adalah mereka yang selalu mengatakan yang halal itu halal dan yang haram itu haram. Tidak pernah mengatakan yang halal menjadi haram atau yang haram menjadi halal.

Ahlunnushroh adalah mereka yang memiliki kekuatan. Mereka yang nantinya melindungi perjuangan dakwah hingga khilafah tegak, dan setelahnya. Mereka bisa tergolong ke dalam para tentara atau kepala suku atau kabilah. Seperti halnya Rasulullah ketika mendirikan daulah di Madinah, nusroh-nya adalah pemimpin suku Aus dan Khazraj. Dan khilafah akan tegak tidak terlepas dari peran ahlunnusroh ini.

Ulama harus serius dan fokus pada satu hal tersebut. Di pundak ulama tersimpan amanah tersebut, amanah yang besar. Mari bersama, di tengah neoliberalisme dan neoimperalisme yang deras menimpa umat, ulama di garda terdepan. Ulama-lah yang bisa membereskan urusan-urusan umat. Hizbut Tahrir akan selalu bersama ulama dan umat untuk menegakkan Khilafah Islam.

Mudah-mudahan kinerja HTI signifikan terhadap pembinaan umat serta bisa bersinergi dengan banyak pihak ke depan sehingga dapat mewujudkan negeri yang sejahtera dan diridhoi Allah SWT. 

kaum muslimin mengokohkan tekad berjuang menegakkan aturan Islam


 
Bersama Umat Tegakkan Khilafah, semoga kaum muslimin mengokohkan tekad dan berjuang bersama-sama menegakkan Khilafah dan kembali kepada kehidupan yang mulia di bawah aturan Islam, menegakkan Khilafah sebagai mahkota kewajiban dan solusi atas seluruh problematika yang menimpa umat saat ini.

Hizbut Tahrir yaitu sebuah partai politik yang memperjuangkan syariah dan khilafah dengan metode Rasulullah.

Apapun kerusakan yang melanda umat saat ini adalah akibat Neoliberalisme, Neoimperialisme dan adanya pemikiran-pemikran kufur barat. Satu-satunya solusi hanyalah syariat Islam, tidak ada yang lain. Bukti-buktinya telah ada. Umat semestinya berdakwah bersama melanjutkan kehidupan Islam. Tentunya kita berupaya, Allah-lah yang memberi pertolongan.

Khilafah bukanlah ancaman bagi negeri ini, Khilafah justru akan menyelamatkannya. Dakwah adalah upaya perubahan ke arah yang lebih baik, meliputi suprastruktur (lembaga negara, partai politik, peraturan-perundang-undangan) dan infrastruktur (ormas, media massa, masyarakat/umat).

Kriteria ulama yaitu mewarisi ilmu Rasulullah Saw. dan memiliki ketaqwaan/ketakutan yang sangat kepada Allah SWT. Ulama sebagai ash-habul fadhilah (pemilik keutamaan, di antaranya ilmu, umat dan pengaruh politis) harus melibatkan diri dalam gerakan penyampaian bahwa Khilafah wajib. Bahkan bukan sebagai kewajiban biasa melainkan sebagai mahkota segala kewajiban (tajul furudl).

Ulama harus mempercepat dakwah ini, terutama dalam ujung fase dakwah interaksi dengan umat dan perjuangan politik (marhalah tafaul ma’al ummah wal kifahus siyasi).

Kegembiraan yang selayaknya dirasakan tidak dirasakan oleh seluruh kaum muslimin yang ada saat ini. Kenyataan ini terjadi pada saudara muslim Rohingya dan Tolikara. Maka kita semestinya tidak terlarut dalam euforia merayakan kegembiraan secara berlebihan dan melupakan saudara muslim kita di tempat lain. Karena sebenarnya kaum muslimin masih terbelenggu dengan permasalahan hidup yang lain.

Di sisi ekonomi, Kaum muslim yang seharusnya bisa menikmati emas Freeport namun tidak bisa, pencabutan subsidi BBM, naiknya TDL dan lain lain. Di sisi kesehatan, layanan kesehatan diserahkan pemerintah kepada BPJS. Di sisi pemikiran, kaum muslim terjebak ide kufur HAM, pluralisme, sekulerisme, feminisme, demokrasi. Masih banyak masalah lain yang membelenggu kaum muslimin. Akar permasalahan adalah berlepasnya pemimpin dan kaum muslim dari aturan Allah dan peran kekuatan global Neoliberal pimpinan Amerika Serikat dengan penjajahan gaya barunya mencengkram kaum muslimin. Kekuatan global ini bisa dibendung hanya dengan institusi Khilafah sebagai pelindung kaum muslimin dengan ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial dan pertahanannya.

Tokoh-tokoh umat sudah merasa jenuh dengan kondisi permasalahan umat dan ingin melakukukan perubahan. Dakwah untuk menerapkan syariah dan khilafah harus didukung. Sudah saatnya Umat untuk berjuang amar ma’ruf nahi munkar.

Telah menceritakan kepada kami Bakr bin Zur’ah yang mengatakan: Aku mendengar Abu ‘Inabah Al- Khaulani, dan ia adalah sahabat yang mengalami shalat menghadap dua kiblat bersama Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam. Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda:
«لَا يَزَالُ اللَّهُ يَغْرِسُ فِي هَذَا الدِّينِ غَرْسًا يَسْتَعْمِلُهُمْ فِي طَاعَتِهِ»

“Allah akan senantiasa menanam tanaman (pembaharu) dalam agama ini, yang akan digunakan untuk ketaatan kepada-Nya.” (HR. Ibnu Majah, dalam Sunan-nya).

Dalam Syarah Sunan Ibnu Mājah oleh al-Sindi disebutkan bahwa sabda Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam “yaghrisu” seperti yadlribu (membuat), atau aghrasa (menanam), dikatakan gharasa al-syajara dan aghrasahu (menanam pohon), jika tanaman itu sudah tumbuh di tanah. Maksudnya, akan ada di tengah-tengah pemeluk agama ini seorang pembaharu (mujaddid) agama yang akan mengarahkan para pemeluk agama pada ketaatan terhadap Allah SWT. Pembaharu (mujaddid) ini akan ada pada setiap seratus tahun. Mengingat ini bersifat umum, maka mencakup semua orang yang menyeru masyarakat untuk menegakkan agama Allah, menaati-Nya, dan Sunnah Nabi-Nya, semoga berkah dan rahmat atas beliau, keluarganya dan para sahabatnya.

Sementara sabda Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam ghars[an] artinya adalah maghrūs[an] (yang ditanam).

Hadits ini menunjukkan pada manfaat yang besar, dan masalah yang sangat menarik perhatian, yaitu pahala yang besar bagi siapa saja yang berjuang dan berdakwah untuk menerapkan hukum Allah dan mendirikan negara yang akan berhukum dengan hukum-Nya. Sehingga hukum Allah dan Sunnah Rasul-Nya shallallāhu ‘alaihi wasallam akan tumbuh hidup, kemudian mematikan kekuasaan para penguasa di dunia Islam yang menjadi ekor dan antek kaum kafir. Ya Allah, jadikan kami di antara orang yang digunakan untuk mengarahkan masyarakat pada ketaatan terhadap-Mu, dan jadikan kami di antara orang yang berjuang untuk menegakkan negara yang hak, yaitu negara Khilafah. Allāhumma āmīn āmīn.

Istilah Islam Damai Kurikulum Sekularisme Pendidikan Agama Islam



Ada upaya penyebaran doktrin modul kurikulum baru yang akan mempromosikan ajaran sekularisme yang dinamai “Islam Damai” yang akan diberlakukan di semua tingkat pendidikan di Indonesia dari SD hingga SMA. Katanya metode baru pengajaran Islam ini diharapkan akan menciptakan manusia yang mencintai perdamaian, menjunjung tinggi penghormatan terhadap perbedaan budaya dan agama dan mengimplementasikan demokrasi. Padahal demokrasi adalah jelas ajaran yahudi dan merupakan sistem kufur yang haram dilaksanakan karena hukum Allah harus atas persetujuan para manusia pembuat hukum.
30 orang guru-guru pelajaran agama Islam terpilih telah dikirim untuk belajar di Oxford University Inggris beberapa bulan yang lalu. Mereka mendapatkan pelatihan intensif tentang metode pengajaran agama. Guru-guru tersebut juga mengunjungi gereja-gereja, museum dan sekolah-sekolah agama di Inggris untuk melihat betapa ‘hebatnya’ peradaban Barat. Inilah racun bagi pendidik-pendidik Muslim yang akan menyebarkan racun nilai-nilai kufur Barat kepada siswa-siswa mereka.

Modul baru ini dikatakan akan menghantarkan siswa untuk belajar tentang Islam sebagai agama yang menghormati keragaman dan mempromosikan perdamaian dan toleransi dalam apa yang mereka sebut sebagai ajaran Islam yang berbasis Rahmatan lil ‘alamin. Kurikulum baru pendidikan agama Islam ini dikatakan untuk memenuhi kebutuhan pelajaran agama yang mempromosikan perdamaian di tengah meningkatnya penyebaran doktrin kekerasan dan radikal di lembaga akademis. Padahal yang dikatakan radikal itu oleh sekularis adalah Syariah Islam dalam muamalah bermasyarakat dan bernegara termasuk Syariah dalam politik pemerintahan Islam yaitu Khilafah.
 
“Islam Damai” sesungguhnya hanya istilah yang digunakan sebagai tipudaya dan menciptakan pemahaman rancu di tengah umat muslim. Modul pembelajaran “Islam Damai” adalah cara yang sistematis untuk membentuk kepribadian sekular umat Islam yang mau mengadopsi nilai-nilai kekufuran barat dan menjadi ‘ramah’ terhadap keberadaan neo-imperialisme di negeri ini.

Ini adalah upaya sekularisasi yang sangat berbahaya yang dapat merusak identitas pelajar-pelajar Muslim. Kebijakan sekularisasi dan pembaratan ini harus dihentikan! Ada 47 juta anak-anak Muslim yang akan menjadi korban program sekularisme ini. “Islam Damai” tidak lain adalah promosi pemikiran kufur kapitalis sekuleris namun diangkat seolah-olah tidak bertentangan dengan Islam sedemikian rupa, bahkan sebagian Muslim menganggap pemikiran-pemikiran kufur tersebut adalah bagian dari Islam, sebagaimana sistem kufur demokrasi, pluralisme, dll.

“Islam Damai” ini juga mencela pemikiran-pemikiran Islam tertentu dan menggambarkannya sebagai tidak beradab dan ketinggalan jaman dan harus dibuang jauh-jauh, seperti hukum jihad, Hudud, poligami dan beberapa aturan Islam lainnya. Penanaman “Islam Damai” ini adalah upaya sistematis untuk menjauhkan umat Islam dan generasinya dari Ideologi (aqidah dan syariah) Islam. Kurikulum kufur ini akan menghancurkan kecintaan terhadap Islam dan Syariah, juga melenyapkan semangat Islam sehingga seorang muslim tidak lagi membenci kekufuran, dan ia tidak lagi melakukan amar ma’ruf nahi munkar sebagai bagian dari kewajibannya.

Kurikulum baru sekularisme ini akan membentuk kepribadian muslim lagi yang tidak memiliki rasa malu ketika meninggalkan kewajiban Islam dan melakukan yang dilarang Islam (Haram). 

“Islam Damai” atau “Islam rahmatan lil alamin” yang diskriminatif terhadap ayat-ayat al-Qur’an telah berkampanye menentang kaum muslimin yang bersungguh-sungguh berjuang untuk membangun kembali negara Islam atau Khilafah Islamiyah. Ini akan menjauhkan mereka dari kebangkitan Islam. Jangan sampai, generasi Islam kehilangan kemampuannya untuk menolak semua unsur kekufuran. Tanpa kemampuan ini, kekuatan perasaan dan intelektual Islami yang dimiliki umat untuk menolak segala bentuk penjajahan juga akan hilang.

Di sisi lain, serangan koalisi salibis negara imperialis Amerika sebenarnya adalah perang terhadap Islam dan kaum Muslim, tidak ada yang bisa mereka lakukan selain terus melakukan konspirasi. Meski semua ketidakadilan terjadi secara telanjang, namun organisasi palsu mereka yang disebut organisasi hak asasi manusia, diam saja. Media-media penyesatannya juga memainkan peran.

Dalam sistem pendidikan Islam semua pelajaran akan mampu menghasilkan individu Muslim dengan iman yang kuat dan pemahaman Islam yang mendalam lagi jelas yang mampu membedakannya dari pemahaman tentang kufur. Sesungguhnya pendidikan Islam juga mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang menolak segala bentuk ketidakadilan, penindasan dan imperialisme. Yang umat butuhkan adalah adanya sistem pendidikan Islam di bawah naungan Khilafah, bukan perubahan kurikulum pendidikan Islam menjadi pendidikan sekularisme yang justru menghambat berdirinya kembali Syariah Khilafah.

هو الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره المشركون

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama kebenaran, bahwa Dia akan memenangkannya di atas semua agama, meskipun orang-orang musyrik membencinya .” [ QS At Taubah: 33]

Sementara umat menginginkan solusi radikal bagi seluruh kaum Muslim di seluruh penjuru dunia, mereka tidak akan puas dengan pengganti rezim kecuali sistem dari Tuhan pemilik langit dan bumi, sebab hanya ini satu-satunya yang mampu menciptakan solusi untuk semua masalah kehidupan, dan hanya ini yang benar, yang harus kita terapkan dan kita jadikan sebagai pandangan hidup dalam menempuh percaturan dunia.

Namun seberapapun besarnya mereka menyakiti kaum Muslim, semangat Islam itu ada di hati kami, dan akidah kami sudah terpancang kokoh, sehingga tidak akan tunduk di depan makar-makar licik mereka. Kami tidak mengharapkan sesuatu apapun dari kaum kafir Barat, yang telah menghancurkan Khilafah kami pada 1924 dahulu, dan sekarang berusaha agar Khilafah tidak tegak kembali. Mereka hanya berusaha menunda tegaknya Khilafah melalui persekongkolan yang mereka lakukan bersama para penguasa kaum Muslim dan para antek pengkhianat. Akan tetapi, apapun yang mereka lakukan tidak akan merontokkan tekad kami untuk mengemban ideologi (aqidah dan sariah) Islam kami ke seluruh dunia. Ya Allah, kuatkan dan teguhkan umat Islam, dan segerakan datangnya pertolongan-Mu dengan tegaknya Khilafah Rasyidah yang berdasarkan metode kenabian.

BPJS Kebijakan Kapitalis Swastanisasi Liberalisasi Bidang Sosial Kesehatan



Menyikapi fenomena kontroversi BPJS di tengah masyarakat

BPJS, Halal atau Haram

BPJS merupakan kebijakan dari sistem ekonomi kapitalis untuk melengkapi swastanisasi (liberalisasi) di Bidang Sosial (Kesehatan) dengan UU No.40/2004 tentang SJSN dan UU No. 24/2011 tentang BPJS.

Dampak BPJS di antaranya: BPJS akan menerapkan prinsip bisnis dalam pelayanan kesehatan, pemerintah menyerahkan pengelolaan dana jaminan sosial kepada swasta baik lokal maupun asing sehingga dapat mengeksploitasi  dana dari masyarakat untuk kepentingannya.

BPJS juga rawan penyalahgunaan (korupsi), dan BPJS adalah wujud bahwa pemerintah dzolim  karena mengalihkan tanggungjawab jaminan kesehatan dari negara ke rakyat.

Keluhan pelaksanaan BPJS: pemberian obat dan layanan yang merosot, adanya pembedaan antara pasien umum dan pasien pengguna BPJS, merasa dirugikan (diplekotho) bukannya meringankan beban masyarakat malah menyengsarakan.

Keluhan dari kalangan tenaga medis yang merasakan dengan adanya BPJS ini justru kurang  “me-manusia-kan” pasien, karena untuk penyakit tertentu paketnya ditentukan selama beberapa hari saja. Padahal menurut kalangan medis, semestinya indikasi pasien pulang setiap kasus tergantung kondisi pasien. Dokter semestinya memberikan pelayanan terbaik bagi pasiennya.
Dalam pelaksanaannya ada pasien yang dirawat melalui BPJS mengundurkan diri karena merasa takut tidak dilayani. Repotnya masyarakat takut untuk mengadukan keluhannya terkait dengan layanan kesehatan dengan BPJS. Di sisi lain layanan yang tidak prima semakin menunjukkan ketidakjelasan badan ini, jaminan yang tidak terjamin.

Adanya sengketa layanan, BPJS itu jaminan kesehatan nasional yang semestinya secara menyeluruh terjamin.

BPJS itu titipan siapa dan untuk siapa? BPJS itu adalah produk dari sistem Kapitalisme yang bertujuan mengalihkan tanggungjawab negara kepada masyarakat dengan skema “gotong royong”.

Daya beli masyarakat harus dijaga sekaligus menjaga inflasi terkendali di level rendah. Konsumsi rumah tangga dan investasi swasta jangan sampai terganggu. BPJS makin memberatkan masyarakat padahal belum tentu sakit dan mendapat pelayanan, ini gharar atau ketidakjelasan yang diharamkan oleh Islam. BPJS justru hanya menguntungkan para pengusaha investasi keuangan non-riil yang akan memafaatkan dana yang terkumpul dari masyarakat itu, yaitu untuk “judi” atas nama investasi di pasar keuangan yang merupakan industri non-riil yang jelas haram.

Solusinya adalah menerapkan syariah Islam kaffah mengikuti manhaj Kenabian. Dengan begitu tidak hanya kesehatan yang terjamin tapi sandang, pangan, papan, pendidikan, keamanan dan semua layanan publik akan terpenuhi.

Oleh karena, itu diperlukan perubahan paradigma yang sistemik, yaitu perubahan menuju sistem Islam. Hanya dalam sistem Khilafah Islam-lah pelayanan secara gratis dan manusiawi kepada warga negaranya tanpa terkecuali di semua jenis layanan publik akan terpenuhi. Seperti itulah Islam memberikan Solusi Jaminan Kesehatan.

Syariah dan khilafah adalah janji Allah SWT, sebagaimana yang Allah SWT firmankan dalam surah an-Nur ayat 55.

Pohon salam dipinggir kolam, buahnya berbiji bentuknya bulat. Kalau ngaku diri iman dan Islam, wajib jalani itu Syariat, bukan hukum kufur semacam BPJS.

Kondisi negeri ini yang mayoritas umat Islam namun menerapkan hukum-hukum peninggalan penjajah, bukan syariat Allah SWT. Walaupun diganti presiden, diganti menteri, kalau sistem hukumnya tidak diganti dengan siyasah syariat Islam, dengan khilafah tidak terwujud keadilan di dunia ini. Satu-satunya jalan adalah khilafah Islam. Khilafah-Syariah harus ditegakkan, bukan hukum kufur semacam BPJS.

Maka, tanpa adanya penguasa yang menerapkan Islam, baik di dalam maupun luar negeri, masalah Muslim, masalah umat ini umumnya tidak akan pernah bisa diselesaikan, seperti konsep hukum kufur BPJS. Memang, tidak ada cara lain untuk menyelamatkan umat Islam dan mengembalikan kejayaannya kecuali dengan berusaha mendirikan kembali Khilafah yang akan diperintah oleh seorang Khalifah, yang akan bertindak sebagai perisai untuk umat ini sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah SAW.

Sesungguhnya, Imam (Khalifah) itu adalah perisai, di belakangnya kalian berperang dan olehnya kalian mendapat perlindungan. (HR. Bukhari dan Muslim) Bukannya pemimpin yang menerapkan sembarang hukum semacam hukum kufur BPJS.

Misi kemerdekaan dalam Islam memang adalah pembebasan manusia dari segala bentuk kesyirikan, tepatnya membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama hamba menuju penghambaan hanya kepada Pencipta hamba, yakni kepada Allah SWT. Dalam hal ini, ada riwayat, sebagaimana dituturkan oleh Yunus bin Bukair ra., bahwa Rasulullah SAW pernah menulis surat kepada penduduk Najran, di antara isinya: Amma ba’du. Aku menyeru kalian ke penghambaan kepada Allah dari penghambaan kepada hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian ke kekuasaan (wilâyah) Allah dari kekuasaan hamba (manusia) … (Ibn Katsir, Al-Bidâyah wa an-Nihâyah, v/553, Maktabah al-Ma’arif, Beirut).

Mari memberikan kontribusi dalam mempersiapkan generasi yang bekerja bersungguh-sungguh untuk menegakkan Syariah dan Khilafah Rasyidah yang berjalan pada metode kenabian dan kembalinya umat Islam pada posisi di mana Allah telah memilih untuk posisi itu di antara bangsa-bangsa lain:


“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” [QS Al- Imran : 110] 
Semoga Allah mengampuni kita dan memberikan kesabaran. Semoga Allah membalas dengan pahala yang terbaik.

Rabu, 26 Agustus 2015

Kumpulan Testimoni Ulama Terhadap Perjuangan HTI



"Menerapkan Syariah Islam secara kaffah adalah kewajiban pada semua kaum Muslimin dengan elemen/ormas Islam/pergerakan Islam apapun", ... "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhannya) dan jangan kamu mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu (arti QS. Al Baqarah: 208)" ... "Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) allah bagi orang-orang yakin? (arti QS. Al Maidah: 50)" (Kiai Drs. Sa'dullah Kastam Pengasuh Ponpes Modern Rouhullah, Paciran, Lamongan, Jatim)

"Saya menilai mengenai apa yang dilakukan oleh HTI selama ini adalah positif dan sangat mendukung karena apa yang dilakukan oleh HTI adalah bagian dari harapan saya pribadi dan tentunya umat Islam yang masih komit terhadap Islam", ... "Sehingga menjadi kewajiban kepada kita sekarang ini untuk kembali menegakan Khilafah", ... "Opini tentang Syariah dan Khilafah harus terus dikumandangkan dan seharusnya apa yang diperjuangkan oleh Hizbut Tahrir mengenai Syariat dan Khilafah ini sebenarnya harus menjadi perjuangan seluruh umat Islam bukan hanya Hizbut Tahrir saja" (KH Ii Abdul Haq Pimpinan Yayasan Ponpes Al Mukhtar, Tasikmalaya, Jabar)

"Harapan saya kepada anak-anak muda Islam saat ini memiliki akhlaqul karimah, paham Syariah Islam dan memperjuangkannya" (Tgk H Saidi Anshari Pendiri dan Pimpinan Dayah Darul Hikmah Islamiyah Meurebo, Aceh Barat)

"Mengatur kehidupan manusia kalau tidak dengan Syariah mau dengan apa? Saya ini memperjuangkan Syariah dan Khilafah bukan pingin jadi imam, saya lebih suka jadi makmun, ndak capek. Tapi buat apa berimam pada orang yang tidak pakai Syariah? Saya mengatur rumah tangga saya dengan empat istri dalam satu lokasi rukun semua; kalau diatur dengan selain Syariat Islam apa bisa? Ndak bisa! Setan itu akan lebih mudah mengadu domba." "Negara juga begitu; sejak dulu sejak pertama kali saya ngaji Fathul Qarib saya sudah kepingin Indonesia ini diatur dengan  Syariat Islam; sampai ngiler-ngiler saya (saking kepinginnya, red). Sekarang semakin terbukti gonta-ganti pemimpinnya tetap saja; wong yang dipakai sekarang hukum Londo (Belanda, red). Kalau ada orang “kakean dan” (terlalu banyak menimbang resiko, red) dalam menjalankan Syariat maka orang itu harus (diseru) untuk kembali menggunakan akalnya, karena Al Qur'an sering menyeru “afala ta'qilun(KH Mas Tohari Pondok Pesantren Roudlotul Muthohharoh, Pasrepan, Pasuruan, Jatim)

"Bahkan pemakaman Rasulullah SAW harus ditangguhkan untuk memastikan siapa Khalifah (pengganti) Rasulullah SAW sebagai kepala negara", ... "Harus diperjuangkan oleh umat seluruhnya tidak peduli dari organisasi manapun!", ... "Yang jelas dari sisi hukum saya berkeyakinan bahwa itu amrun dharuriun, yang harus diperjuangkan oleh seluruh lapisan umat", ... "Makanya di pesantren ini dari awal, pemahaman akan Syariah dan Khilafah kita pahamkan kepada umat agar mereka tahu, mengerti, tentang apa dan bagaimana yang harus mereka lakukan, terhadap Allah dan Rasul-Nya, terhadap Islam dan kaum Muslim" (KH Abdul Qohar Nurzaman Al Qodsi Lc Pimpinan Yayasan Islam Al Ittihad, Jatiroke, Jatinangor, Sumedang, Jabar, Ketua Tanfidz Front Pembela Islam (FPI) Jabar)

"Tegaknya Khilafah seperti yang dicontohkan Nabi dan para khulafaur rasyidin tentu menjadi dambaan setiap Muslim" (KH Sobana Pimpinan Ponpes Al Mahmud, Tanjungsari, Sumedang, Jabar, Ketua DKM sekaligus imam masjid besar Tanjungsari)

"Kalau kita ingin kehidupan kaum Muslimin terus terpuruk maka kita tidak perlu berjuang tapi kalau kaum Muslimin ingin meraih kemuliaan yang dijanjikan oleh Allah sekaranglah saatnya mengopinikan kebaikan hukum Islam dibanding dengan hukum buatan manusia!" (KH Mohammad Shodiq Yayasan Pendidikan Agama Islam (YPAI) Ma'arif NU, Ampelgading, Malang)

"Ustadz dan ‘Ulama harus berani mengatakan "Apakah hukum jahiliyyah yang mereka kehendaki? Hukum manakah dibandingkan hukum Allah yang lebih baik bagi orang-orang yang yakin? (arti QS. Al-Maidah: 50)" di mimbar-mimbar dan forum-forum!" (Mahmud Yunus mubaligh Muhammadiyah Garut)

"Kenapa saya jadi takut. Kalau saya jadi (anggota legislatif), justru akan banyak umat yang kecewa dan akan banyak umat yang mencaci maki saya. Karena yang ada ini bukan kepentingan rakyat, bukan kebenaran yang diperjuangkan tapi adalah toleransi, lobi-lobi yang ujung-ujungnya mengecewakan rakyat", ... "Dalam demokrasi keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak, jelas itu berbahaya", ... "Jadi mestinya satu kyai dalam sebuah musyawarah, yang bisa berargumen dengan dalil-dalil yang kuat dan bisa membuktikan argumentasinya dalam kehidupan, harusnya itu yang dimenangkan meskipun suara mayoritas berseberangan", ... "Oleh karena itu, harus dibangun sistem yang baru dengan Syariah, tidak lain tidak bukan harus di dalam bingkai Khilafah tentunya" (Bukhari Arsyad Pendiri Yayasan Panti Sosial Asuhan Anak-PSAA dan Ponpes Al Irsyad Sukadalem, Makambata, Kec.Waringinkurung, Serang, Banten, Sekretaris Forum Silaturahim Pondok Pesantren/FSPP Banten)

"Saya bersaksi, sesungguhnya, Hizbut Tahrir adalah gerakan mukhlish yang benar-benar berjuang untuk menegakkan ‘izzul Islam wal Muslimiin," ... "Sungguh, Khilafah Islamiyyah tetap akan ditegakkan Allah SWT, tanpa atau dengan dukungan Anda, wahai para ulama! Akan tetapi, jika Anda tidak mengambil bagian dalam perjuangan ini, sesungguhnya, Anda tidak akan mendapatkan kemuliaan dan pahala yang melimpah dari Allah SWT", ... "Saat itu, saya bertemu dengan Ust Hendri di tempat parkir, dia cerita-cerita sama saya, tentang kewajiban menegakkan kembali Syariah dan Khilafah, serta wadah yang memperjuangkannya, yakni Hizbut Tahrir", ... "Saat itu, saya ceritakan pula kepada anak-anak (santri, red) ini cuman teori saja. Prakteknya ya tidak mungkin karena di sini bukan negara Islam", ... "Oh, ini rupanya wadah yang tepat untuk mewujudkan isi kitab kuning agar tidak sekadar teori saja", ... "Ketika KKI (Konferensi Khilafah Internasional) saya tambah yakin kalau Khilafah akan segera tegak kembali", ... "Kalau membaca kitab tersebut itu (Nizhamul Ijtima’i, salah satu kitab rujukan HT) tidak mungkin memfitnah seperti itu, karena dengan tegas Syeikh Taqiyyuddin menyebut keharamannya (lelaki mencium perempuan yang bukan istri atau mahramnya)" (KH Abdullah, Pimpinan Ponpes Nurul Ulum, Dusun Renes, Desa Wirowongso, Ajung, Jember, Jatim)

"Syariah harga mati dan tidak bisa ditawar!", ... "Khilafah wajib diperjuangankan, tidak mungkin tegak tanpa diperjuangkan dan harus sesuai dengan sunnah Nabi, saya tidak pernah setuju Syariah diperjuangkan melalui DPR (parlemen), itu tidak ada sunnahnya!", ... "Hati dan jiwa saya sudah di Hizbut Tahrir, meskipun jasad saya masih di sini, di pesantren" (KH Abdul Djalil Thahir Pondok Pesantren Darul Aman, Makassar, Sulawesi Selatan)

Download BUKLET Ulama Dan Hizbut Tahrir KUMPULAN TESTIMONI plus cover juga tersedia di sini

Testimoni Ulama Terhadap HTI



"Udkhulu fissilmi kaffah!" ... "Perjuangan Hizbut Tahrir adalah perjuangan yang sangat mulia dan suci. Untuk itu perlu adanya dukungan dari semua pihak untuk membesarkan Hizbut Tahrir dalam memperjuangkan Islam" (Kyai Ali Ma’sum Abdul Rasyid Pimpinan Ponpes Al Fattah Bojongmengger, Ciamis, Jawa Barat)

"Khilafah sangat dibutuhkan walaupun mendirikannya tidak semudah teori" ... "Negeri ini tidak akan selamat dan aman kalau tidak dengan Syariah Islam" ... "Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu" (arti QS. Al Baqarah: 147), ... "Kebenaran itu adanya dalam Syariah. Syariah tidak dapat diterapkan secara kaffah tanpa adanya Khilafah" (KH Usman Dalimunthe Pimpinan Ponpes Islam Al Muslimun, Pelalawan, Riau)

"HT itu sangat berjasa, karena jasanya itu masyarakat dapat mengetahui Khilafah" ... "Masyarakat akademis kemudian banyak yang tertarik untuk lebih mengenal peradaban Khilafah di masa lalu", ... "HT terdepan dalam hal ini karena pemikirannya ulung, datanya lengkap, dan analisisnya lengkap" (Ustadz Ayub Khan Pimpinan Ponpes Darul Amin, Gowa, Sulawesi Selatan)

"Yang berani dengan tegas menyampaikan tentang Islam baru Hizbut Tahrir!" ... "Selama ini hanya HTI yang lebih dekat ke dalam golongan Aswaja dibandingkan jamaah Islam yang lain" ... "Agar santri tidak hanya pandai tapi juga memiliki semangat juang Islam" (KH Achmad Shochih Pimpinan Ponpes Miftahul Ulum Ngawen, Blora, Jawa Tengah)

"Bagi yang belum memahami sistem Khilafah harus kembali membenahi pengetahuan dan strategi tentang sistem Khilafah yang bersumberkan dari buku atau kitab-kitab standar Islam" ... "Khilafah adalah sarana Syar’i untuk pembersih kehidupan dunia (baldatum thaiyibatun) dan sarana penerima surga (warabbun ghafur)" ... "Hizbut tahrir adalah suatu partai Islam yang konsisten memperjuangkan Khilafah yang memiliki thariqah sesuai dengan thariqah Nabi, untuk itu umat Islam wajib mendukung perjuangannya" (Ustadz H Muhammad Amin Rahman, Pimpinan Ponpes Modern I`aanatuth Thalibiin, Perawang, Siak, Riau, Alumnus Tafsir dan Ilmu Hadits Universitas Al Azhar Mesir)

"Termasuk saya, sampai kapanpun Khilafah akan terus saya dukung. Begitupun dengan Hizbut Tahrir" ... "Ruh Syariah Islam, bukan berasaskan terhadap materi atau benda. Tapi, ruh tersebut berlandaskan akidah yang benar yaitu Islam. Berlandaskan keimanan kepada Allah SWT. Kita harus terus menyebarkan pesan Rasulullah ini, sampai kapanpun" ... "Kekuatan umat Islam yang harus terus dipupuk salah satunya adalah ukhuwah. Modal itulah yang turut bisa mewujudkan Khilafah segera tegak. Selain itu, komitmen para asatidz dan ulama atas wajibnya menegakkan Syariah Islam harus terus disebarkan agar gelombang perjuangan semakin meluas. Di Pandeglang, alhamdulillah banyak ustadz dan ulama yang sudah paham pentingnya Khilafah. Tinggal komitmen untuk berjuang bersama-sama" (Usatdz Adhe Achmad Ibrohim Pimpinan Ponpes Faidhul Allam Bani Hamim, Kaduhejo, Pandeglang, Banten)

"Karena HT berpijak kepada Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW dalam perjuangannya. Selain itu juga penuh semangat serta perjuangannya meliputi seluruh dunia" ... "Juga ada satu tulisan di Media Umat yang mengilhami saya untuk menulis sebuah buku tentang Amal-Amal Unggulan" ... "Khilafah itu adalah janji Allah SWT. Pasti akan terjadi. Kapan terjadinya? Itu adalah pertolongan Allah (nashrullah) kepada hamba-Nya yang telah memantaskan diri mendapatkan pertolongan. Itu merupakan langkah pasti" (KH Sholeh Basalamah Pimpinan Ponpes Darussalam, Brebes, Jawa Tengah)

"Hal itu telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW ketika mendirikan daulah Islam di Madinah kemudian dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin dan disambung oleh para Khalifah setelahnya hingga runtuh pada 1924. Penegakan kembali Khilafah itu wajib. Karena hanya dengan Khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah, Islam akan bisa dilaksanakan secara kaffah dalam kehidupan." "Ketika saya mengajarkan kitab Sullam, ada dinyatakan bahwa ketika ada orang Muslim murtad dari Islam, maka wajib bagi petugas negara untuk memberikan hukum bunuh jika diminta kembali kepada Islam tidak mau. Pada waktu itu saya berpikir, petugas siapa yang diberi tugas semacam itu oleh negara? Sedangkan yang saya perhatikan saat ini banyak sekali orang Muslim murtad dan tidak kembali pada Islam dan mereka tetap hidup, lantas siapa yang akan memberikan hukuman Islam itu?" "Itulah pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiran saya. Setelah saya bergabung dengan sebuah partai politik Islam ideologis internasional yang tujuannya melangsungkan kembali kehidupan Islam dalam bingkai Khilafah, pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiran saya sudah terjawab dengan jelas. Bahwa penerapan hukum Islam hanya bisa dilakukan oleh seorang Imam kaum Muslimin yaitu seorang Khalifah. Begitu juga ketika disebutkan sebuah syair fardhu alannaasi yanshabul Imam... saya bertanya-tanya Imam siapa yang wajib diangkat? Setelah saya mengikuti berbagai pengajian dan kegiatan keIslaman, saya mendapatkan jawabannya, bahwa Imam yang wajib diangkat adalah seorang Khalifah yang ada dalam sistem Khilafah. Kemudian saya bertanya lagi siapa yang bisa memperjuangkan tegaknya Khilafah hingga diangkatnya seorang Khalifah? Jawabannya hanya bisa dilakukan oleh sebuah partai politik Islam ideologis internasional." "Ketika saya mengetahui semua jawaban itu, saya merasa terpanggil untuk segera menggabungkan diri dengan partai tersebut untuk bisa segera memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah. Karenanya saat ini saya punya tanggung jawab besar bagi Muslimah di sekitar saya, baik para santriwati maupun warga sekitar untuk membangkitkan semangat mereka dan turut memperjuangkan Syariah Islam dan Khilafah." (Nyai Hj Munawwarah Ahmad Pemangku Ponpes Putri Nurul Ulum, Ajung, Jember, Jawa Timur)

Download BUKLET Ulama Dan Hizbut Tahrir KUMPULAN TESTIMONI plus cover juga tersedia di sini

Testimoni Para Mubaligh Terhadap Hizbut Tahrir



"Bagus betul, sangat mendidiklah memberikan pemahaman kepada umat. Paling berkesan adalah pidato politiknya. Karena di situlah pokok pangkal perubahan ya di politik, kalau ekonomi tinggal ngikutin saja", "Memang harus ada perubahan mendasar ya tentang sistem pemerintahan hari ini. Yang hari ini, terus terang saya juga belajar politik ya, jadi kalau kita lihat sepintas itu apa yang dikatakan dalam politik itu artinya bagaimana mendapat kekuasaan, menjalankan kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan. Tetapi politik dalam Islam itu bagaimana mengurus umat dengan Syari’at Islam. Ini kan sangat different, sangat berbeda betul. Nah ini yang banyak tidak dipahami oleh kaum muslimin", "Pidato politik tadi kan jelas, komprehensif, bagaimana politik itu mengatur umat, mengurus umat dengan Syari’at Islam", "Harapan kita dakwah harus tetap jalan, soal hasil itu hal lain" (Abdurrahman Malik Pimpinan Al Irsyad Kalsel)

"Acara ini sangat bagus. Kami sangat setuju dengan Syariah Islam, karena kalau melenceng dari hukum Syariah, Allah tidak akan menurunkan rahmat dan berkahnya", "Kami sangat mendukung acara seperti ini untuk terus dilanjutkan. Dan untuk meraih keberhasilan, kita harus bersabar dan berjuang terus-menerus" (Ust. Magi al Jalamu’i Ulama dan tokoh masyarakat Rantau)

"Alhamdulillah, sangat menggugah hati umat Muslim. Semoga Umat Islam bisa bersatu dengan adanya acara seperti ini", "Semoga ke depannya acara seperti ini tetap berlangsung. Dan semoga negara kita bisa maju dan kembali kepada Al Qur'an dan Hadist" (Ust. Madian Pimpinan Ponpes Ad Darul Farida, Tabalong)

"Orde lama kita dipimpin dengan sistem komunis, dan itu gagal total.., orde baru kita dipimpin dengan sistem militeris, dan itu gagal total.., kini orde reformasi kita dipimpin dengan sistem kapitalis sekularis, dan itu juga gagal total..”, "Hanya Islam-lah kini satu-satunya pilihan bagi kita kalau ingin selamat" (KH. Syamsuddin Latif Tokoh Muhammadiyah Sulawesi Selatan)

"Kami memberikan penghargaan yang tinggi atas perjuangan dan kepeloporan HTI dalam penegakan Syariah dan Khilafah. Kami mengajak seluruh umat Islam untuk mendukung perjuangan penegakan Syariah dan Khilafah. Pasalnya, penegakan Syariah dan Khilafah tidak hanya kewajiban HTI, tetapi kewajiban seluruh kaum Muslim di muka bumi ini. Kemuliaan Islam dan kejayaan umat tidak akan bisa dicapai tanpa tegaknya Khilafah", "Sekarang kita telah menyaksikan betapa kebobrokan dan kerusakan sistem sosialisme dan kapitalisme telah membuat porak poranda kehidupan umat manusia. Kemiskinan, kebodohan, penindasan, korupsi, penjajahan dan ketidakadilan dilahirkan sistem di luar Islam. Saatnya kita menyeru seluruh kaum Muslim di muka bumi ini untuk berjuang bagi tegaknya Syariah Islam dan Khilafah. Allahu Akbar!" (Fikri Bareno Ketua DPP Al-Ittihadiyah)

"Semenjak berinteraksi dengan HTI Palangkaraya, kami senang betul dengan kegiatan yang diadakan. Saya juga sering mengajak santri untuk menghadiri acaranya." "Kami sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir dengan perjuangan Syariah dan Khilafah karena kami juga berharap tegaknya hukum-hukum Allah secara sempurna." "Kami berharap semoga Allah senantiasa meridhai perjuangan HTI, dan umat Islam mau bergandengan tangan memperjuangkan Syariah dan Khilafah bersama Hizbut Tahrir. Kami mengenal Hizbut Tahrir pada 1997. Namun berinteraksi lebih sering lagi mulai 2009, ketika saya masih berafiliasi dengan pondok pesantren Hidayatul Insan, dan ternyata guru-guru di sana ada beberapa anggota HTI, kenal dengan Muhamad Bakrie, dan Muji dan mereka juga sempat mengajar dan tinggal di Pondok Pesantren Iqra." (Ustadz H Umar Hasan Pimpinan Ponpes Salafiah Iqro Palangkaraya Kalteng)

"Kita harus berjuang untuk tegaknya Syariah dan Khilafah. Insya Allah, Syariah dan Khilafah pasti tegak karena merupakan janji Allah", ... "Meski saya paling tua di podium ini tapi di Hizbut Tahrir saya paling muda, kurang lebih baru satu tahun saya mengenal Hizbut Tahrir, tapi baru empat bulan saya sekolah di HT. Kelasnya baru kelas satu, kitabnya juga kitab satu tapi belum tamat," ... "Saya telah banyak masuk harakah tapi tidak ada yang sungguh-sungguh dalam perjuangannya untuk Syariat Islam kecuali Hizbut Tahrir. Karenanya, aktif di Hizbut Tahrir akibat penilaian yang sesuai dengan hati sanubari", ... "Hizbut Tahrir memang sebuah harakah yang betul-betul istiqamah dalam memperjuangkan tegaknya Islam di muka bumi" (KH Ahmad Djauhari Pimpinan Ponpes Subul el Salam Pondok Pesantren Subul el Salam, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten)

"Kita menginginkan masyarakat kita menjadi masyarakat Islami yang bertindak sesuai Syariah Islam", ... "Kita menginginkan Islam menjadi asas dalam bernegara, itu tidak bisa ditawar-tawar" (Buya H Zamzami Yunus Pimpinan Pondok Pesantren Ashhabul Yamin, Nagari Lasi, Kabupaten Agam, Sumatera Barat)

"Karena Syariat Islam wajib dan perlu untuk kemaslahatan umat Islam dan non Islam" (KH Ahmad Junaidi Djamarin Pimpinan Ponpes Salafiyah Syeikh Burhanuddin Kuntu, Kampar Kiri, Kampar, Riau)

"Dakwah yang dilakukan itu harus menyentuh setiap elemen masyarakat. Menyadarkannya. Kalau sudah pada sadar, akan mudah", ... "Yang tak kalah penting, sangat diperlukan kesepakatan ulama untuk mengubah sistem negara ini. Dalam sejarah negeri ini, peran ulama sangat menentukan" ... "Ingatlah kisahnya Siti Hajar yang saat itu membutuhkan air untuk anaknya. Ia bolak-balik berkali-kali untuk mencari air dari Bukit Shafa dan Marwah. Tapi pertolongan itu baru datang ketika Siti Hajar sudah benar-benar kelelahan" (KH Ato Atori Penasehat Yayasan Al Mubarok Al Fath, Tegal Sumedang, Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat)

Download BUKLET Ulama Dan Hizbut Tahrir KUMPULAN TESTIMONI plus cover juga tersedia di sini

Unduh Buklet Testimoni Ulama Terhadap Hizbut Tahrir



"Saya sangat senang bila semua umat Islam mendukung Khilafah. Tapi persoalannya, sekarang masih banyak umat Islam yang justru alergi dengan Syariah Islam. Mestinya jika benar-benar Islam, Khilafah ini didukung. Mudah-mudahan yang menyaksikan acara ini bisa tergerak hatinya, dan istiqamah dalam berjuang menghadapi tantangan yang ada di depan" (KH Muhammad Sholeh, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Ikhlash, Kota Tangerang)

"Saya mendukung sekali acara yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia ini. Pesan saya, kepada para aktivis Hizbut Tahrir agar tidak bosan-bosannya melakukan silaturahmi dengan para tokoh dan ulama yang ada di tengah-tengah umat" (KH Entus Syaifuddin Ulama Baros, Serang)

"Hizbut Tahrir itu memang bisa dikatakan organisasi yang belum lama, masih muda. Mereka ini merasa tidak puas menghadapi penguasa negera yang mengusung liberalisme, sekularisme, dan kapitasilme yang tidak rahmatan lil alamin.
Kita sangat mendukung acara ini sebab kita ini tidak bisa seperti Hizbut Tahrir. Harapan saya, Hizbut Tahrir berjuang terus tanpa bosan, tanpa ada ketakutan, terus berjuang, karena ini dalam rangka menegakkan kalimat Allah, apapun yang terjadi. Kalau tidak ada yang berani, maka umat Islam akan hancur, seperti Rohingya, dari jumlahnya 5 juta orang, tinggal 800 ribu. Mengapa? Karena umat Islamnya lemah.” (KH Ahmad Suhaimi Hasan Pengasuh Ponpes Darul Ulum, Kota Tanggerang)

"Saya datang karena saya sudah memahami apa yang diperjuangkan HTI selama ini. Karena itu saya membawa jamaah saya sehingga mereka bisa memahami juga apa yang diperjuangkan oleh HTI ini", "Mudah-mudahan umat Islam semakin menyadari untuk memperjuangkan Khilafah ini. Harapan saya, umat Islam belajar ke ormas-ormas Islam, salah satunya HTI, karena bisa mempunyai pondasi yang kuat untuk diperjuangkan" (KH Tubagus Mulyadi Mawahib Pimpinan Pondok Pesantren dan Majelis Dzikir Shalawat Muabad, Gadog, Bogor)

"Udah, setuju aja!" (Bukhari Arysad, Sekretaris Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Irsyad Banten)

"Umat itu sebetulnya mulai sadar bahwa ada ancaman di tengah-tengah umat. Dengan adanya acara RPA (Rapat Dan Pawai Akbar) ini Hizbut Tahrir berusaha semakin memperkokoh apa sebetulnya ancaman yang ada di tengah-tengah masyarakat. Ternyata Hizbut Tahrir menyatakan bahwa ancaman tersebut adalah neoliberalisme dan neoimperalisme. Harapan saya, masyarakat semakin sadar dan semakin siap untuk kembali memperjuangkan Syariah Islam dalam rangka mengusir neoimperalisme dan neoliberalisme" (Anwar Abdurrahman, Ustadz Ponpes Al-Abqary, Serang, Banten)

"Solusi yang ditawarkan HTI, jelas. Cuma satu jawaban, yaitu Khilafah. Saya setuju sekali. Seluruh sistem sudah dicoba dan dirasakan. Semua tidak ada yang cocok. Hanya Khilafah yang akan menyelesaikan", "Setelah RPA, yang pasti insya Allah saya akan terus menimba ilmu dari HTI, yang concern dalam perjuangan menegakkan Syariah dan Khilafah. Ini kerja keras kami untuk berjuang berperan dalam penegakkan Khilafah. InsyaAllah" (Sobah, Mubalighah MT Umahat Darussalam, Pejaten, Jaksel)

"Sangat terharu sekaligus gembira. Terharu karena umat dari berbagai kalangan dan daerah menyatu di GBK (Gelora Bung Karno) untuk mendukung perjuangan menegakkan Khilafah. Perjuangan menegakkan Khilafah harus didukung semua pihak. Jika Khilafah tegak maka Syariah Islam bisa dilaksanakan secara sempurna sehingga umat bisa terselamatkan dari neoliberalisme dan neoimperalisme" (Nur Aini Muballighah DKI Jakarta)

"Motivasi mengikuti RPA (Rapat Dan Pawai Akbar) adalah karena ini adalah kegiatan dakwah yang setiap Muslim harus turut ambil bagian. Apa yang disampaikan oleh para orator semuanya sangat tepat karena bersumber dari al-Quran dan al-Hadits Rasulullah Saw. Salah satu di antaranya adalah penegakan Khilafah karena Syariah tak akan berjalan dengan baik dan sempurna  tanpa Khilafah sebagai kepemimpinan yang berdasar pada agama Allah" (Taha Kotu Muballigh dan Guru di Ternate)

"AlhamdulilLah, mudah-mudahan dengan RPA (Rapat Dan Pawai Akbar) ini akan segera terealisasi Khilafah. InsyaAllah, saya mau ikut berjuang bersama dengan HTI untuk memperjuangkan Khilafah" (Lathifah Abdurrahim Muballighah MT Sholah Makmur Kebagusan, Jakarta)

"Kita harus bersatu, janganlah kita melakukan gontok-gontokan” (Kyai Opik Taufikurrohman, pengasuh Pesantren Darut Taufik Maja)

“Saya siap bersama HTI untuk berjuang menegakkan Khilafah” (H Anung Suparman Ketua DKM Masjid Besar Alhuriyah, Jatiwangi)

"Muktamar Khilafah 2 Juni 2013 ini sangat menggetarkan hati. Suara takbir dan teriakan Khilafah Islamiyah laksana gemuruh badai; seakan-akan hari ini takbir kemenangan Khilafah terjadi. Tidak ada kata yang patut diucapkan kecuali Inna nashralLahi qarib; sesungguhnya pertolongan Allah untuk tegaknya Daulah Islamiyah sangat dekat. Kaum Muslim dari berbagai penjuru kota hanya punya satu keinginan: tegakkan Khilafah. Inilah bukti nyata biSyarah Rasul: akan terjadi Khilafah ‘ala minhaj an-Nubuwwah. Semoga Allah dalam waktu singkat baiat kepada Khalifah akan terjadi" (Habib Khalilullah Abu Bakar al-Habsy Pimpinan Majelis Zikir Imdadul Hadadi Jakarta)

Download BUKLET Ulama Dan Hizbut Tahrir KUMPULAN TESTIMONI plus cover juga tersedia di sini

Buklet Kumpulan Kesaksian Ulama Terhadap Hizbut Tahrir



"Saya menghadiri RPA (Rapat Dan Pawai Akbar) karena ingin bersama menikmati rasanya, harunya. Di tengah dunia yang dikuasai oleh kapitalisme, liberalisme, hedonisme yang sifatnya sangat duniawiah, ternyata masih ada orang-orang yang punya iman, punya rasa semangat perjuangan yang tinggi, dan datang ke sini tidak ada yang diinginkan kecuali ibadah, berjuang di jalan Allah", ... "Sesungguhnya tegaknya kembali Syariah dan Khilafah adalah niscaya, pasti akan terjadi, karena ia adalah kewajiban dan janji Allah SWT. Jika sudah titi wancine semua itu akan terjadi dengan qudrat dan iradat Allah. Oleh karena itu kita harus makin menyempurnakan doa dan perjuangan untuk menyambut tegaknya kembali Syariah dan Khilafah" (KH Shoffar Mawardi)

“(Dulu sebelum bergabung, red) berdiskusi dengan Ustadz Sukri dari HTI di MUI Ciputat. Ia rajin memberi saya buletin al Islam, tidak pernah saya baca”, ... “Dulu mau berjuang tapi tidak mau bergabung dengan Hizbut Tahrir, tapi setelah saya sadar saya mahzabnya bukan Rambo yang berjuang sendirian, maka saya bergabung dengan Hizbut Tahrir”, ... “Sejak gabung, saya di-PHK dua majlis taklim”, ... “Tidak ada yang negatif kalau bergabung dengan Hizbut Tahrir, justru kalau tidak mengamalkan perintah Allah secara kaaffah, ada ancaman Allah yang keras!” (Ust. Nurul Habibburahmanuddin Pimpinan Yayasan Tahfidz Qur’an Bait Qur’any Ciputat)

"Sebaiknya konferensi ini dilaksanakan paling tidak setahun 3 kali karena saya dari kampung merasakan informasi yang seperti ini susah didapat. Padahal kita membutuhkan pembahasan seperti itu lebih jelas yang khusus membahas politik dan ekonomi sehingga tahu kesalahan ekonomi dan politik kapitalis dalam filosopi dan praktiknya di lapangan. Saya sangat setuju bahwa sistem yang cacat sejak lahirnya itu diganti dengan Syariah dan Khilafah" (Abah Hideung Pimpinan Ponpes An Nidhamiyah, Cicurug, Sukabumi)

"Lewat konferensi ini, HT telah memberikan solusi Islam untuk menjawab segala krisis yang terjadi di Indonesia khususnya dan dunia Islam pada umumnya. Bahwa penyebab keterbelakangan, kemiskinan, yang terjadi di umat Islam adalah karena diterapkannya sistem kapitalis dan demokrasi di segala bidang. Oleh karena itu saya menghimbau kepada seluruh kaum Muslim untuk segera kembali kepada Khilafah Islam untuk menerapkan Syariah Islam di segala aspek kehidupan" (KH Muhyiddin Pimpinan Ponpes An Nur, Leuwi Liang Bogor)

"Subhanallah luar biasa. Pembahasannya sangat realistis dan menyentuh sekali dengan akar masalah yang terjadi di masyarakat yang kebanyakan masyarakat tidak tahu. Sangat setuju dengan menegakkan Syariah Islam dalam naungan Khilafah. Ternyata referensi HT cocok dengan kitab-kitab yang jadi rujukan saya di pesantren" (Ust. Ahmad Zainuddin Qh. Pimpinan Ponpes Al Husna, Cikampek Timur)

"Konferensi ini sangat positif dan penting untuk terus diadakan. Alasannya karena selama ini ada kekaburan dari umat Islam tentang pemahaman Syariah itu sendri. Solusi penegakan syraiah dan Khilafah adalah solusi yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan sekarang kita harus memperjuangkan tegaknya kembali" (Abdy Idris, Ketua Badan Koordinasi Kesejahteraan Masjid  (BKKM) DKM Kecamatan Cinere dan Limo, Depok)

"Acara ini baik sekali untuk semua umat Islam khususnya di Indonesia. Kita setuju sekali dengan penegakan Syariah dalam bingkai Khilafah" (Sutarman Muchtar, Wakil Ketua Persatuan Islam/Persis Jakarta Barat)

"Konferensi sangat efektif dan baik karena telah mengutarakan fikrah dan thariqah sampai dengan masalah yang sedang dihadapi umat Islam saat ini, yang pada hakekatnya umat Islam sudah sangat merindukan kapan dan kapan kehadiran kembali Khilafah Islam setelah sekian lama tak nampak di tengah umat. Semoga dalam waktu singkat Allah memberikan jalan keluar dan kemudahan untuk cita-cita yang sangat mulia ini", ... "Semoga kemenangan Islam dengan penegakkan Khilafah akan segera tiba", ... "Sudah seharusnya umat Islam khususnya di Banten memperjuangkan Syariah dan Khilafah", ... "Berkaitan dengan usia pak kiai yang semakin senja, justru ingin segera Syariah dan Khilafah ini berdiri. Mudah-mudahan masih ada umur panjang untuk melihat kejayaan Islam yang benar-benar menjadi dambaan kita. Janji Allah dan Rasul-Nya pasti terwujud. Insya Allah" (KH Mansyur Muhyiddin, Pimpinan Ponpes Darul Mutaqien, Pimpinan Yayasan KH Wasyid Center, Cilegon, Banten)

"Syariah itu harus diterapkan dan Khilafah juga wajib ditegakkan sebagai konsekuensi keimanan setiap Muslim dan Muslimah, selain hal tersebut sebagai realisasi dari al-Quran dan as-Sunnah." "Dalam posisinya sebagai penerus perjuangan Rasululllah Muhammad Saw., pada masa kini mubalighah harus terus berjuang keras memahamkan umat tentang Syariah dan Khilafah. Dengan diterapkannya Syariah yang pastinya hanya bisa sempurna dalam naungan Khilafah Islamiyah, maka akan terbuka rahmat dari langit dan bumi serta akan tersebar rahmat ke seluruh penjuru dunia. Mubalighah harus bercermin pada Khulafaur Rasyidin, para Khalifah, Wali Songo yang telah bersusah-payah menyebarluaskan Islam. Sekarang kita tinggal melanjutkan saja perjuangan mereka." "Dengan segenap hati, saya mendukung perjuangan Hizbut Tahrir. Selama ini saya berusaha memperkenalkan teman-teman Hizbut Tahrir kepada masyarakat dan dengan senang hati mendampingi perjuangan teman-teman Hizbut Tahrir di tengah-tengah umat" (Nyai Fathimatuz Zahra, Lembaga Pendidikan Islam Bahrul Huda Ds. Larangan Tokol, Sumber Anyar Pamekasan)

Download BUKLET Ulama Dan Hizbut Tahrir KUMPULAN TESTIMONI plus cover juga tersedia di sini

Spirit 212, Spirit Persatuan Umat Islam Memperjuangkan Qur'an Dan Sunnah

Unduh BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam