Download BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Kamis, 09 Oktober 2014

Kriminalitas Masyarakat Amerika Serikat



Kriminalitas dan Hukuman

22.     Amerika, tanah kebebasan, dikuasai oleh kriminalitas dan rasa takut terhadap tindak kriminal yang mencengkeram masyarakatnya. Poling yang dilakukan Associated Press menunjukkan 52% laki-laki dan 68% perempuan takut menjadi korban kejahatan. Di AS, pembunuhan terjadi setiap 22 menit, pemerkosaan setiap 5 menit, perampokan setiap 49 detik, dan pencurian setiap 10 detik. Kerugian akibat kejahatan diperkirakan mencapai US$ 675 milyar setiap tahunnya. Menurut penelitian terbaru dari Texas A&M University, Profesor Morgan Reynolds mendapati bahwa dari 500.000 kasus perampokan yang terjadi setiap bulan, hanya 6000 orang perampok saja yang dipenjara. Situasi ini diperparah oleh penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol. Penembakan dalam rangka memerangi komplotan pengedar obat di dalam kota menjadi perhatian pers. Namun, penembakan itu hanyalah titik kulminasi dari kejahatan yang mempengaruhi semua warga kota. Di Inggris, obat-obatan ‘Kelas A; seperti heroin dan kokain (terutama jenis crackjalanan’ yang lebih digemari kaum miskin daripada jenis isap yang lebih digandrungi orang kaya) mendorong timbulnya kejahatan lain seperti pencurian dan perampokan. Penelitian UK Home Office menunjukkan bahwa mereka yang ditangkap karena kasus serangan terhadap hak milik seringkali karena pengaruh obat-obatan tadi. Hampir 70% dari mereka yang melakukan tes terbukti positif menggunakan heroin dan atau kokain. Sekitar 30% dari mereka yang ditangkap karena mencuri barang di toko terbukti sebagai pengguna kokain dan 47%-nya adalah pemadat. Tampaknya kriminalitas paling sering dikaitkan dengan kokain. Setengah dari tahanan karena kasus penyerangan terbukti positif, melalui tes, mengkonsumsi crack (salah satu jenis kokain). Seperempat dari para tahanan itu adalah pengguna kedua jenis obat-obatan terlarang tersebut. Angka-angka itu belum termasuk alkohol yang lebih luas penyebarannya karena secara hukum dianggap legal dan secara sosial lebih dapat diterima oleh masyarakat. Dampak alkohol terhadap statistik kriminalitas hampir-hampir tak terhitung lagi. Selain itu, alkohol juga menguras anggaran kesehatan –dilihat dari penyakit-penyakit yang diakibatkan alkohol dan tindakan penyerangan yang disebabkan alkohol serta pemakaian kamar di rumah sakit.

23.     Orang Amerika mengalami penyerangan, perampokan dengan penodongan senjata, pemerkosaan atau penculikan, dua kali lebih parah dibandingkan cedera karena kecelakaan mobil. Asisten Jaksa Agung, dalam Simposium Nasional tahun 1998 tentang Penyalahgunaan Alkohol dan Kriminalitas di Amerika, menunjukkan bahwa hampir 4 dari 10 kejahatan kekerasan melibatkan penggunaan alkohol. Kira-kira 4 dari 10 kecelakaan kendaraan yang fatal juga terkait dengan alkohol; dan sekitar 4 dari 10 orang pelanggar, terlepas apakah mereka ada dalam masa percobaan, di penjara lokal, atau penjara negara bagian, mengaku sendiri bahwa mereka menggunakan alkohol pada saat melakukan tindak pelanggaran hukum. Kekerasan antara pasangan hidup sekarang dengan mantan pasangan hidup, dan kekasih sekarang dengan mantan kekasih, juga melibatkan penggunaan alkohol.

24.     Yang paling banyak melakukan kejahatan di Amerika dengan cara kekerasan adalah remaja. Pembunuhan dan perampokan lebih banyak dilakukan oleh remaja laki-laki berusia 18 tahun ketimbang oleh kelompok usia lain. Lebih dari sepertiga kasus pembunuhan dilakukan oleh mereka yang masih berusia di bawah 21 tahun. Pembunuhan sekarang menjadi penyebab utama kematian para remaja Afrika-Amerika. Hal ini dapat dilihat dalam statistik kejahatan. Bagaimana cara menguranginya? Solusi yang ditawarkan Clinton/Gore adalah dengan memenjarakan mereka, sedangkan Bush/Cheney adalah dengan membunuh para pelaku. Di awal tahun 1990-an terdapat 1 juta orang yang dipenjara di AS. Di akhir periode kepemimpinan Clinton angka itu bertambah menjadi 2 juta. Sejak tahun 1976, sudah lebih dari 700 kali eksekusi yang dilakukan di AS. Sejak tahun 1973, 95 terpidana mati dibebaskan oleh pengadilan. Sebuah studi terbaru terhadap 4.578 kasus dalam kurun waktu 23 tahun (1973-1995) menyimpulkan bahwa pengadilan menemukan kesalahan yang serius dan dapat diperbaiki dalam 7 dari setiap 10 kasus hukuman mati yang sepenuhnya ditinjau ulang selama periode tersebut. Dari 85% terpidana mati, tingkat kesalahannya mencapai 60% atau bahkan lebih. Tiga perlima dari hukuman itu memiliki tingkat kesalahan rata-rata sekurangnya 70%. Kesalahan yang paling umum terjadi adalah (1) ketidakcakapan pengacara pembela yang tidak berupaya, atau luput mencari bukti penting yang bisa membuktikan tersangka tidak bersalah; (2) polisi atau jaksa penuntut yang menemukan bukti penting itu malah menyembunyikannya, yang berarti menyelewengkan proses peradilan.

25.     AS merupakan satu dari beberapa negara di dunia yang menghukum mati para pelaku kekerasan yang mengalami keterbelakangan mental dan masih belum dewasa. AS juga merupakan satu-satunya negara selain Somalia yang tidak menandatangani The United Nations Convention on the Rights of the Child (Konvensi PBB tentang Hak-hak Anak). Mahkamah Agung mengizinkan eksekusi terhadap mereka yang berusia 16 tahun jika melakukan pelanggaran berat. Ini terlepas dari fakta bahwa lembaga peradilan yang sama telah menetapkan bahwa remaja usia 16 tahun tidak memiliki ‘kedewasaan atau penilaian’ untuk menandatangani kontrak/perjanjian. Sehingga tidak adanya kapasitas pada dirinya untuk menandatangani perjanjian dipandang sebagai hambatan hukum untuk melaksanakan sebuah perjanjian, tetapi dalam hal hak dieksekusi, kapasitas remaja usia 16 tahun dianggap sama dengan orang dewasa. Amerika adalah sebuah masyarakat yang membiarkan korupsi di perusahaan, bahkan Amerika memberikan penghargaan terhadap sistem akuntansi yang kreatif. Pada saat yang bersamaan Amerika membunuh orang yang terbelakang dan mereka yang menurut orang Amerika dianggap belum dewasa.

Download Buku SENJATA PEMUSNAH MASSAL DAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI KOLONIALIS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Spirit 212, Spirit Persatuan Umat Islam Memperjuangkan Qur'an Dan Sunnah

Unduh BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam