film video Islami

3 keping DVD berisi file-file film-film / video-video Islami:

1. Film Perjuangan Dakwah Rasul SAW. (Disertai penjelasan Perjuangan Rasul Saw. dan Metodenya Dalam Menegakkan Islam) (durasi 63 menit)

2. Film Fakta Sebenarnya Tragedi WTC (9/11) (58 menit)

3. Film Rintihan Umat Islam – Nestapa Umat Islam Zaman Ini dan Perjuangan Umat (43 menit)

4. Film Perjuangan Menyelamatkan Umat – Menyelamatkan Umat Zaman Ini (79 menit)

5. Film Kejayaan Peradaban Islam Era Khilafah 632-1453M (60 menit)

6. Film Kejayaan Peradaban Islam Era Khilafah – Menguasai Tiga Benua 1453-1924M (64 menit)

7. Video Mencari Dalang Teror (100 menit)

8. Film Noda Berdarah Komunisme (54 menit)

9. Film Di Balik Asap Perang Dunia (50 menit)

10. Film Sejarah Adanya Ideologi Liberal (62 menit)

11. Film Sejarah Islam Di Nusantara 1 644-1652M (57 menit)

12. Film Sejarah Islam Di Nusantara 2 1652-2006M (58 menit)

13. Video Membongkar Ekonomi Kapitalisme (167 menit)

14. Video Indahnya Keluarga Bersyariah (50 menit)

15. Film Mencerdaskan Akal Sesuai al-Quran (52 menit)

16. SMPlayer Portable – Video Files Player (15MB)

17. BONUS : Film Seri UMAR bin Khattab (Omar Ibn Khattab) lengkap 30 episode – subtitle / teks bahasa indonesia – keping DVD file format MP4 (22 jam 43 menit)

18. BONUS : Video Penaklukan Konstantinopel (17 menit)

19. BONUS : Film Dokumenter Suriah (43 menit)

20. BONUS : Film Mengenal Allah Melalui Ciptaan-Nya (36 menit)

Total 19 film / video Files 10.1GB

(untuk ditonton memakai komputer)

Tak perlu repot download

Harga : Rp75.000 (bebas ongkos kirim)

Pengiriman ke seluruh Indonesia (Pos indonesia)

Kirim SMS ke: 0852.1451.0995

Jumat, 22 Maret 2013

Cara Mengkritik Orang Lain – Bagaimana Memberi Kritikan yang Baik

Cara Mengkritik Orang Lain – Bagaimana Memberi Kritikan yang Baik


SENI MENGKRITIK

Dasar yang amat penting sebelum kita mengkritik adalah bahwa kita menginginkan perubahan. Esensinya adalah keinginan kita agar orang yang kita kritik dapat merubah dirinya menuju lebih baik.

1.   Niat Harus Ikhlas.

Amalan bergantung pada niatnya. Saudaraku, niat yang salah akan mempengaruhi pertololongan Allah pada kita. Maka niatkanlah bahwa koreksi yang kita sampaikan adalah sebab keinginan yang tulus untuk membantu agar dia menjadi tahu kesalahannya, memberikan dukungan agar ia termotivasi untuk bisa memperbaiki dirinya.

Jangan sekali-kali merasa lebih tinggi, lebih hebat. Karena kesombongan kita mengakibatkan mutu kalimat kita menjadi rendah.

2.   perhatikan situasi & Kondisi.

Kepekaan orang yang sedang gembira berbeda dengan yang sedang susah. Begitu juga selagi sakit/sehat. Sebaik-baik situasi dalam mengkritik adalah saat tenang, tubuh sehat, keadaan hati kedua pihak lapang, dan situasi yang bersahabat.

Sehingga kritikan yang kita luncurkan akan lebih ringan dihadapi dan di tanggapi secara bijaksana.

3.   perhatikan Cara.

Jangan emosi, jangan memperturutkan hawa nafsu dan kemarahan dalam mengkritik. Kritikan yang akan disampaikan akan menjadi tidak jelas dan sangat beresiko. Nafsu kita harus terkendali. Kesalahan apa, pelanggaran yang mana sehingga ia faham betul kesaahannya.

Yang lebih penting bantu memberikan solusi terbaik, dan jalan keluar yang tepat. Jangan sampai yang kita kritik merasa terpojokkan apalagi terjerumuskan.

Sampaikan dengan metode “pesan aku” misal di suatu rumah yang berantakan, seorang bapak memberikan pengertian pada anaknya “anak-anak.. Bapak lebih menyukai jikalau rumah ini rapi dan bersih. Sehingga rumah ini kelihatan indah dan menyenangkan” . Akan berbeda lagi kalau “aduh anak-anak kalian ini kotor, pemalas semuanya,  berantakan di sana sini ??!!. Jelas kata–kata itu membuat orang lain membela diri/sakit hati.

Gunakan teori burger. Ibarat sebuah kue burger, puji dulu secara proporsional kemudian masukkan koreksi yang tidak menggurui lalu puji lagi pada ujungnya.

4.   Pantangan.

Jangan sekali-kali mengkritik di hadapan orang banyak. Sebab tidak diartikan sebagai nasehat malah usaha mempermalukan dirinya. Lebih repot lagi jika perasaannya tertekan.

5.   Siap untuk ditolak.

Belum tentu kritikan yang kita sampaikan akan langsung diterima. Kita tetap mengendalikan diri. Jangan sok menjadi hakim yang keputusannya harus dilaksanakan. Mungkin di kala sendiri dia akan mengulangi ungkapan kita dan direnungkan dan sangat mungkin dia menjalankan sepenuh hati apa yang kita sarankan.

6.   Jangan merasa berjasa.

Ujian bagi kita jika yang kita koreksi mau melaksanakan arahan kita. Kita ujub (bangga diri) tentang kesuksesan kita. Tetaplah yakin bahwa hanya Allah-lah yang berkuasa mengubah dan kita hanyalah bersyukur.

Jangan patah semangat jika belum berubah seperti apa yang kita inginkan, jangan menyerah, setidaknya taburkan doa kepadanya untuk dapat menerima petunjuk Allah.

Semoga Allah menganugerahi kemampuan kita untuk tulus dan tepat dalam memberikan kritikan mudah–mudahan pula, ia senantiasa mendekatkan kita dengan orang–orang yang mau tulus memberikan kritikannya. Wis

Cara Mengkritik Orang Lain – Bagaimana Memberi Kritikan yang Baik

Tidak ada komentar:

Related Posts with Thumbnails